Return to the Blue Carpet

(Bukan mau nyaingin Kenny Loggins dengan “Return to the Pooh Corner”)

Sabtu kemarin (16 Desember) sebuah reuni kecil terjadi antara para pendiri Kokabi di ‘markas’ Suara Ekonomi, di Lenteng Agung. Sayangnya, Epiet “si bungsu” sedang ke Tegal untuk mengambil “setoran” mingguannya..hehehhhe.

Ita kebetulan harus ke kampus jadilah gue dan Ardie menetapkan meeting point untuk berangkat ke Lenteng. Kami melewati jalan Mampang yang sudah tambah macet karena proyek busway lewat belakang lalu sampailah kami di Universitas Pancasila.

Ada sensasi tersendiri pada saat kembali ke sekretariat SuaraEkonomi. Karpet Birunya yang sudah tidak lengkap, ruangan yang sudah lebih “terisi” (perabotnya sudah banyak) kontras saat kami masih disana.

Tetapi karpet biru itu masih membuat betah… angin kipas yang sepoi-sepoi, obrolan yang kadang nggak jelas arahnya, waktu yang seakan berhenti atau berjalan terlalu cepat sehingga tiba-tiba sudah jam 3 sore( Padahal dulu kita nongkrong sampai jam 7 malam).

Di karpet biru itu teman-teman merajut berbagai impian, anak-anak ekonomi yang merasa salah jurusan, mimpi itu terus dikejar, Ardie menggapai impiannya menjadi Sarjana Grafis (setelah menyelesaikan S1 Ekonominya). Ogie selesai S1 ekonomi, ngebut mengambil D1 desain (lulus terbaik pula) dan sekarang sedang membangun kerajaan bisnis desain grafisnya. Epiet, si bungsu yang moody malah jadi animator walaupun kuliahnya (tampaknya) tidak (akan) pernah diselesaikan….dan tidak terasa sudah hampir sewindu kita meninggalkan tempat itu. aaaghhh …

(foto diatas dari kiri ke kanan Desi (pemeran pengganti untuk Epiet), Ardie, Ogie dan Roel)


dan si Biang kerok yang membuat yang lain mengejar mimpi mereka malah sedang berada di jalur lain … menjauh ….

If Only just for a moment, Hold on to the dreams that we had (Winger-Miles Away)

Foto oleh Ogie selengkapnya disini

16 thoughts on “Return to the Blue Carpet

  1. hoi hoi, kapan keluar lagi komiknya, udah pada sibuk menuai duit ya?btw, di foto yang paling depan ama yang paling belakang kayaknya kenal tuhpernah main ke psiko ya? hehehehe

  2. roelworks said: dan si Biang kerok yang membuat yang lain mengejar mimpi mereka malah sedang berada di jalur lain … menjauh

    hihihihi… sabar boss.. sabar.. jalan hidup gak ada yang tau.. kali aja nanti ceritanya jadi laen.. hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.