Long time not hearing …

yep…long time not hearing from Jinguj a.k.a .Josephine

When i browsed to the web Googling for her name, gosh her skill has developed a lot. I particularly like her modest style of drawing…

Arrrrghhh!!!

Keren sekaleeeeeeeeee

Too bad she is so far away in America!!!!

Sukses,ya, Jooooo!!

She can be visited at her web http://www.jinguj.net/

Advertisements

Terngiang-ngiang

Hancur hatiku

Mengenang dikau

Menjadi keping-keping setelah kau pergi,

Tinggalkan kasih sayang yg pernah singgah antara kita,

Masihkah ada sayang itu…

(Autorepeat di Winamp)

Baru dapet donlotannya ...

jadi inget Ogie dan Ardie yang dulu senang banget nyanyiin ini

...jadi inget waktu masih di kokabi ...

ughhh.. jadi sentimentil dan nostalgic

hancur hatikuuuu mengenang di kaauuuuu

NB: buat yang gak tau ini lagu siapa..Ahmad band "Aku Cinta Kau dan Dia"

FESTIVAL KOMIK INDONESIA SATU DEKADE

RUNDOWN ACARA
FESTIVAL KOMIK INDONESIA SATU DEKADE
Pasar Seni Ancol, 22 Juni – 1 Juli 2007

Everyday
Pameran Komik Indonesia Satu Dekade &
Bursa Komik Unik dan Murah
Lokasi:Pasar Seni

——————————————————————————-

Jum’at, 22 Juni 2007 (Day I)
10.00 – 11.15
Welcome Ceremony
Lokasi: Area Venue

11.15 – 14.00
Break (istirahat)

14.00 – 16.00
Temu Komunitas Komik Nasional (umum)
“Optimalisasi jaringan kerja komunitas komik Indonesia”
Bersama:
Alvanov (Pengajian Komik DKV-ITB)
Mujadi Tani (Masyarakat Komik Solo)
Arnes (Red Army, Malang)
Host: Tauhid
Lokasi Gallery

18.00 – 19.00
Break (istirahat)

19.50 – Selesai
Live Music Country Night
Main Stage

————————————————————————

Sabtu, 23 Juni 2007 (Day II)
10.00 – 15.00
Mural Karakter Komik Jagoan Betawi (part 1)
Lokasi: Arena

14.00 – 16.00
Lomba Cipta Karakter (On the Spot)
Lokasi: Arena

16.00 – 17.00
Opening Ceremony
Sambung Gambar: “Met Ulang Taun Jakarta!”
bersama komunitas komik dan Wagub DKI (Fauzi Bowo)
MC: Gugun Gondrong
Lokasi: Main Stage

17.00 – 17.30
Press Conference
Lokasi: Gallery

17.00 – 17.30
Live Band: Zeke & The Popo
17.30 – 18.00
Live Band : White Shoes & The Couple Company
19.00 – 21.00
Live Band: Gusrak Band (Etnic)
21.00 – 23.00
Live Band: B-Plus
Lokasi: Main Stage

—————————————————————————-

Minggu, 24 Juni 2007 (Day III)
10.00 – 12.00
Sarasehan
“Indonesian Superheroes Reborn”
Host: Hendra Yudha Lantu
Lokasi: Gallery

12.00 – 13.00
Games & Perfomance
Lokasi: Main Stage

13.00 – 14.00
Mural Karakter Komik Jagoan Betawi (part 2)
Lokasi: Arena

14.00 – 17.00
Jam Strips
Bersama: Gerdi WK, Hans Jaladara, Djair Warni, Thoriq, Pepeng Naif*, Sheila, Alpie Zackhyelle, Azisa Noor, Tita, Oyas dan lain-lain.
Lokasi: Main Stage
MC: Dennis Adhiswara

17.00 – 17.30
Live Band : Beatmore
Lokasi: Main Stage

17.30 – Selesai
Live Band (Top40)
Lokasi: Main Stage

—————————————————————————————–

Senin, 25 Juni 2007 (Day IV)
10.00 – 12.00
Mural Karakter Komik Jagoan Betawi (part 3)
Lokasi: Arena

12.00 – 13.00
Istirahat

13.00 – 17.00
Musik Ngamen Keliling
Lokasi: Pasar Seni

13.00 – 16.00
Klinikomik I*
“Exploring Character”
Lokasi: Galeri

16.00 – 19.00
Games & Performance
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: Reggae Night

——————————————————————–

Selasa, 26 Juni 2007 (Day V)
10.00 – 12.00
Mural Karakter Komik Jagoan Betawi (part 4)
Lokasi: Arena

10.00 – 12.00
Klinikomik II
“Story Development”
Lokasi: Gallery

12.00 – 13.00
Istirahat

13.00 – 16.00
Klinikomik (lanjutan)
Lokasi: Galeri

16.00 – 19.00
Dongeng Affandi Bersama Kartika Affandi
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: D’ Gracias (Latin)
Lokasi: Main Stage

—————————————————————————–

Rabu, 27 Juni 2007 (Day VI)
10.00 – 12.00
Klinikomik III
“Self Publishing”
Lokasi: Galeri

12.00 – 13.00
Istirahat

13.00 – 17.00
Musik Ngamen Keliling
Performace Art (Seni Rupa UNJ)

13.00 – 16.00
Klinikomik (Lanjutan)
Lokasi: Galeri

14.00 – 16.00
Talkshow:
“Menengok Kiprah Komikus Indonesia Generasi Ketiga”
Pembicara:
Oyasujiwo (Masyarakat Komik Indonesia)
Chris Lee (Komikus International)
Anto Garang (Komikus Nasional)
Host: Wahyu Sugianto
Lokasi: Main Stage

16.00 – 19.00
Puisi Lintas Profesi
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: North Batavia (Musik Kenangan)
Lokasi: Main Stage

—————————————————–

Kamis, 28 Juni 2007 (Day VII)
12.00 – 17.00
Musik Ngamen Keliling

13.00 – 14.00
Games & Performance
Lokasi: Main Stage

14.00 – 16.00
“Rally Launching Komik Indie”
Featuring:
WINDA GANK (Jagoan Comic) &
NUSAVALLA (United Kingdom Of Dragon)
Host: Tauhid
Lokasi: Main Stage

14.00 – 17.00
Workshop Cara Cepat Menggambar Kartun
Bersama AkademiSamali
Lokasi:Gallery

16.00 – 19.00
Games & Performance
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: B-Plus
Lokasi: Main Stage

—————————————————————

Jumat, 29 Juni 2007 (Day VIII)
14.00 – 16.00
Talkshow
“Merangkai Imaji Komik Indonesia”
Pembicara:
Eros Djarot (Budayawan)
Hasmy (Komikus Gundala)
John De Rantau (Sutradara)
Host: Surjorimba Suroto
Lokasi: Main Stage

16.00 – 19.00
Games & Performance
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: Pecas Ndahe (Humor)
Lokasi: Main Stage

———————————————————————————

Sabtu, 30 Juni 2007 (Day IX)
10.00 – 12.00
Lomba komik on The Spot
Lokasi:Arena

12.00 – 13.00
Istirahat

13.00 – 15.00
Diskusi: Manajemen Studio
Bersama: IF Studio
Lokasi: Gallery

15.00 – 19.00
Melukis Model Bersama 4 Pelukis
(Kartika Affandi, Lucia Hartini, Bunga Jeruk & Erica Hestu)
Model: Elsa Sigar & Djenar Mahesa
Lokasi: Main Stage

15.00 – 15.30
Live Band : MR97
15.30 – 16.00
Live Band : Akila
Lokasi: Main Stage

16.00 – 19.00
Games & Pengumuman Lomba Komik
Lokasi: Main Stage

19.00 – Selesai
Live Band: Kramat (Perkusi)
Lokasi: Main Stage

—————————————————————————-

Minggu, 1 Juli 2007 (Day X)
13.00 – 14.00
Games, Announcement &
Talkshow:
“Sosialisasi Acara Komik Sepanjang 2007
(KONDE;BBJ dan PKAN VII Malang)”
Host: Endru

14.00 – 14.30
Live Band: Kripikpeudeus
Lokasi: Main Stage

14.30 – 15.00
Live Band
Lokasi: Main Stage

16.30 – 18.00
Closing: Comicnight
Lokasi: Main Stage

18.00 – Selesai
Live Band (Top 40)

—————————————————————————-

Keterangan Pendaftaran Acara
Klinikomik:
Ari Wowo: 081511887118
Lomba On The Spot
Zarki: 08881557811
Diskusi:
Endru: 021 93415456 (Esia)

Hunting
Eri: 0816181831384
Beng: 08176818673

Kini Ancol mudah dijangkau dengan TransJakarta (Busway)

Sepuluh Pengganjal Kebahagiaan Anda

Tulisan ini disarikan dari “Ten Roadblocks to Happiness and How to Overcome Them”. This is not a book to read. This is a philosophy to be lived. For if the principles are not applied, they will be powerless to help bring about change.

LET GO OF DEMAND

Apa sih, yang sebenarnya membuat Anda marah dan kecewa? Apakah seseorang yang memotong antrian di depan Anda? Pengemudi iseng yang memprovokasi Anda di jalanan? Komputer yang hanya untuk di-boot saja terasa begitu lama? Handphone yang harus berganti setiap bulan dua kali karena terus dicuri? Orang yang mengejek dan mempermainkan Anda? Hujan sepanjang hari? Tagihan bejibun yang membuat Anda marah sampai ke ubun-ubun?

Bukan, bukan itu semua. Apa yang membuat Anda marah dan kecewa adalah “tuntutan yang kekanak-kanakan” dan “ekspektasi yang tidak realistis”.

Saat Anda masih bayi, apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan sesuatu, hanyalah berteriak menangis sekencang-kencangnya. Dengan modal itu, Anda mendapatkan popok yang baru, susu ibu atau susu sapi, atau barang sepuluh lima belas kerokan pisang ambon untuk dinikmati.

Itulah ciri Anda saat masih helpless dulu. Waktu itu, perilaku demanding Anda masih bisa diterima. Tapi kini Anda telah dewasa. Anda bertanggung jawab pada hidup Anda, dan Anda tidak bisa lagi berharap bahwa dunia akan melayani Anda sebagaimana yang Anda mau. Jika Anda tetap melakukannya sekarang, itu namanya self-induced misery, alias penderitaan yang Anda buat sendiri. Berhentilah.

Apa yang perlu Anda lakukan sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengganti demand dan ekspektasi, dengan preferensi.

“Aku sih nggak nuntut suamiku bangun lebih pagi, tapi aku lebih prefer kalo dia memang bisa melakukannya.”

Anda akan lebih mengerti, dan Anda akan menjadi orang yang penuh pengertian.

Buanglah Pola Pikir yang Tidak Rasional

“Saya tidak akan pernah berbahagia kecuali dunia melayani Saya seperti yang Saya mau.”

Itu tidak rasional. Apa yang bisa Anda kontrol hanyalah diri Anda sendiri.

Bersikaplah Mau Berbahagia

Disadari atau tidak, Anda mungkin tidak ingin berbahagia. Anda bisa melepaskan apapun dari diri Anda; uang, harta, waktu, energi, dan bahkan cinta, kecuali satu; penderitaan Anda.

Bahagia haruslah dimulai dari kemauan Anda sendiri. Anda mau bahagia atau tidak? Secara sadar Anda jelas mau berbahagia. Tapi cobalah selami kembali alam bawah sadar Anda. Bisa jadi, Anda sendiri yang tidak mau berbahagia.

Saat Anda merasa marah, itu penderitaan yang tidak membahagiakan. Lepaskanlah penderitaan Anda, bukan lampiaskan. Bertanyalah pada diri sendiri, “Bener nih, mau nuker happy sama kemarahan ini?” Perpanjanglah sumbu Anda supaya Anda bisa membuang penderitaan.

Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri

Anda tidak akan menjadi pahlawan hanya dengan menderita. Adalah lebih heroik jika Anda tetap riang gembira di tengah penderitaan.

Berhentilah Membesar-besarkan

Tak perlu mem-blow-up permasalahan sampai keluar dari proporsinya. Itu akan melumpuhkan Anda. Belajarlah obyektif dan jadikanlah itu sebagai motivasi untuk mengambil tindakan.

LET GO OF REGRET

Anda pasti pernah menyesali sesuatu tentu saja. Wong kita ini manusia kok. Itu, sebenarnya versi lain dari kata-kata: “Kita tidak sempurna”.

Tak perlu panik atau terobsesi oleh penyesalan. Jadikanlah ia kekuatan positif. Anggaplah itu sebagai wakeup call, sebuah tepukan yang membangunkan Anda dari tidur. Bukankah Anda macan?

Janganlah menunda tindakan dengan penyesalan. Bertindaklah segera dan Anda tidak akan menyesal lagi, sebab Anda telah melakukan sesuatu.

Tutuplah rapat-rapat lebarnya jarak antara Anda yang ideal dan Anda yang sekarang. Nikmatilah Anda yang sekarang dan lakukan apa yang terbaik menurut Anda. Sebab jika Anda punya waktu untuk menyesal, maka Anda pasti punya waktu untuk melakukan sesuatu tentang itu.

LET GO OF GREED

“Saya telah punya semua yang saya mau, dan Saya telah menjadi apa yang Saya ingin, kecuali…”

Ya. Itulah Anda barangkali. Tidak SEMUA yang Anda mau akan Anda dapatkan.

Pertama, resources Anda terbatas. Kedua, nafsu Anda adalah sesuatu yang tidak akan pernah terpuaskan. Ia seperti air laut. Makin Anda minum, makin kering rasanya tenggorokan. Desire Anda tidak salah, melewati batasnyalah yang salah.

Sadarilah bahwa penyebab kerakusan adalah kesenangan. Bisa memiliki memang menyenangkan. Tapi kesenangan itu sendiri bisa menjadi candu. Kita sering lupa, bahwa kesenangan tidak selalu sama dengan kebahagiaan. Saat Anda menemukan bahwa kesenangan ternyata tidak sama dengan kebahagiaan, muncullah ketakutan dan kekhawatiran. Takut dan khawatir itu, akan memicu desire Anda lebih besar lagi.

Maka, Anda akan menemukan lingkaran yang abadi di sini: Karena desire Anda tidak pernah punya ujung, maka fear Anda juga tak akan pernah punya muara. Berhentilah menjadi manusia yang terpenjara!

Iya. Tapi bagaimana?

Fokus dan terapkanlah prioritas. Mulailah dahulu dengan BEING. Soal HAVING, ya belakangan sajalah. Dan untuk BEING, Anda harus DOING. Just DO your best.

LET GO OF WORRY

Anda tahu kenapa lagu “Don’t Worry – Be Happy” begitu ngetop? Karena itulah panggilan jiwa Anda.

Pahamilah perbedaan antara “menderita” dan “khawatir”. Menderita adalah pesan tentang masalah, sementara khawatir adalah pesan tentang adanya peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jadi waspadalah. Apakah Anda memang menderita, atau sebenarnya Anda hanya khawatir saja?

Jika Anda hanya khawatir, ketahuilah bahwa sumbernya adalah ketakutan. Anda takut terhadap sesuatu yang masih gelap, blank, dan tidak tahu apa-apa tentangnya. Atau, Anda takut menghadapi tantangan.

Ketahuilah bahwa setiap detik dan setiap saat, Anda adalah benih. Benih yang mestinya bisa tumbuh menjadi besar dan hebat. Worry can’t change the past, but it can ruin the present. Berpengetahuanlah, dan bertindaklah menyambut tantangan. Seperti seekor macan.

LET GO OF DEFENSIVENESS

Salah itu normal, termasuk jika itu melukai orang lain. Bukan nyuruh nih, tapi kita semua memang pernah berbuat salah. Anda tahu kan kenapa pensil, whiteboard, dan papan tulis itu ada penghapusnya? Karena Anda adalah manusia.

Jika Anda salah apa yang Anda katakan?

“Aduhhh.. maaf nih. Maaf, namanya juga manusia.”

Lantas, apa yang Anda katakan jika orang lain yang salah?

“Dasar Bodoh!”
“Stupid!”
“Bloon.”

Saat Anda salah, Anda adalah manusia. Saat orang lain salah, mereka bukan manusia. Ini tidak rasional. Maka, maafkankanlah mereka.

LET GO OF GUILT

Guilt adalah rasa tidak nyaman saat Anda mengalami perlawanan menentang kesadaran Anda sendiri. Guilt itu sendiri tidak terlalu berbahaya. Apa yang lebih berbahaya adalah ketiadaan solusinya.

Feeling guilty itu bagus. Itu sinyal lampu merah yang memperingatkan Anda agar stay on course. Maka saat Anda feeling guilty, dengarkanlah isi hati Anda. Manakah yang Anda pilih, short-term pleasure atau long-term gain?

Rasa bersalah yang tidak menemukan solusi, akan membuat Anda mengalami ini:

1. Pikiran yang tidak damai.
2. Rasa tidak percaya dan takut pada orang lain, atau bahkan kepada Allah SWT.
3. Sesuai angka ini, Anda akan menderita tiga kali:

Pertama, saat Anda bertindak tidak bertanggung jawab. Kedua, saat Anda melihat orang lain bertindak dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, saat Anda harus menanggung konsekuensinya.

Berikut inilah yang perlu Anda lakukan saat Anda merasa tidak bertanggung jawab.

Ingatlah bahwa responsibility, adalah singkatan dari “response-ability”. Kemampuan untuk merespon dengan tepat. Bagaimana caranya agar bisa merespon dengan tepat? Anda bisa menggunakan rumus AAA.

1. Admit. Akui bahwa pilihan tindakan Anda adalah salah.
2. Analyze. Analisis perilaku Anda. Apa alasan Anda memilih yang salah? Apa konsekuensinya? Bagaimana tidak mengulanginya? Bagaimana meluruskan pilihan yang sekarang?
3. Atonement, alias integritas. Integritas ada
lah menyatunya hati, jiwa, sasaran, tindakan, dan keimanan. Saat semuanya menyatu, Anda memasuki tahap atonement, alias at-one-ment.

Dengan AAA, Anda bisa memperbaiki keadaan.

LET GO OF SPITE

Anda, pasti pernah diprovokasi. Oleh pengemudi lain di jalanan, atau oleh orang lain yang mengejek dan melecehkan. Anda pasti pernah merasa diserang. Di kantor, di rumah, di lapangan sepak bola, di kantin, di mana saja.

Tidak ada perlunya Anda melayani yang begituan. Sebab, dunia Anda bisa rusak seharian. Mengalah sajalah, kecuali jika undang-undang dasar Anda yang terlanggar atau terinjak-injak.

Kita cenderung lupa bahwa kita lebih sering menggunakan hati untuk merasakan, ketimbang otak untuk berpikir. Ini sepertinya benar dan wajar. Tapi berhati-hatilah karena itu tidak logis dan tak rasional. Itu emosional.

Jika Anda merasa perlu melayani serangan, provokasi, dan ejekan orang lain, maka itu tentu ada sebabnya.

Pertama, rasa keadilan Anda yang terusik. Saat Anda merasa diserang, Anda merasa perlu membalasnya. Tapi, jika serangan itu dilakukan karena tidak sengaja, tidak dimaksudkan untuk menyerang, kesalahpahaman, atau hanya karena mereka bodoh saja, keadilan macam apa sih yang Anda inginkan?

Kedua, logika Anda yang terdistorsi. Anda berasumsi bahwa jika mereka mengalami sakit seperti yang Anda rasakan, maka mereka akan meminta maaf.

Tidak. Jikapun mereka akhirnya meminta maaf, itu bukan karena sakit yang Anda buat dengan serangan balasan, tapi karena pikiran dan hati mereka yang sudah lurus kembali. Saling menyakiti tidak akan menyelesaikan masalah. Ia bahkan memperuncingnya.

Ketiga, secara sadar atau tidak Anda mencoba menghindari tanggung jawab untuk membahagiakan diri sendiri. Sebab jika Anda memang mau bertanggungjawab untuk kebahagiaan Anda sendiri, Anda pasti tidak akan melarikan diri.

Jika begitu, bagaimana caranya memunculkan rasa tanggung jawab untuk kebahagiaan diri sendiri? Awareness-lah jawabannya.

Ketahuilah bahwa rasa sakit yang Anda derita adalah bukan karena serangan mereka, tapi karena reaksi Anda atas perilaku mereka. Mengapa mereka begitu jahat dan kejam kepada Anda? Karena mereka sedang sakit, dan mereka merasa terancam oleh Anda.

Responlah sikap buruk orang lain dengan kebaikan, maka Anda akan mulia dan terhormat. Cobalah selalu untuk bersikap rendah hati tapi bukan rendah diri.

Ketahuilah bahwa sabar itu tidak pasif. Ia tidak datang dengan sendirinya, dan ujug-ujug Anda menjadi sabar. Sabar itu kata kerja dan bukan kata sifat. Maka sabar, adalah disabar-sabarin.

LET GO OF ENVY

Anda juga mungkin pernah merasa kalah. Waspadalah. Salah-salah, kekalahan bisa membuat Anda menjadi orang yang envious, yaitu orang yang penuh dengki dan tidak bisa menerima kekalahan. Tidak senang jika orang lain senang, dan senang jika orang lain tidak senang.

Sikap envious, bisa berkembang dalam tiga tahap.

Pertama, saat Anda merasakan kekalahan. Di tingkat ini, perasaan kalah itu sebenarnya wajar. Apalagi jika Anda bisa memberi selamat kepada pemenang, dan kemudian menjadikan kekalahan sebagai pelajaran. Jika tidak bisa, maka di sinilah bibit envious Anda akan mulai tersemai.

Kedua, saat Anda mulai mengembangkan perilaku mensabotase orang lain. Mulainya dari yang kecil-kecil saja, seperti menciptakan isu dan gosip buruk, atau berharap dan “berdoa” untuk kemalangan dan kecelakaan bagi orang lain. Anda mungkin mengira ini tidak berbahaya.

Salah. Itu sangat berbahaya. Mengapa? Karena harapan buruk seperti itu adalah karatnya jiwa, persis seperti karatnya besi. Merusak, melubangi, merontokkan, dan menggerogoti semua amal baik. Lebih dari itu, dari mana sih datangnya semua tindak kejahatan? Ya dari doa, harapan, fitnah, dan pikiran negatif yang melenceng seperti itu!

Ketiga, seperti sudah disebut barusan, semuanya akan termanifestasi menjadi tindak kejahatan. Anda akan menjadi orang yang dengki, dengan sikap dan tindakan yang keji. Anda telah menghancurkan diri sendiri.

Jika Anda mulai mengalami gejala penyakit ini, resepnya sederhana. Bertemanlah dengan mereka yang menang. Kemudian, ubahlah cara berpikir Anda. Gantilah “Saya pengen kayak gitu,” menjadi “Bagaimana supaya Saya bisa seperti itu.”

LET GO OF ANGER

ANGER itu cuma satu huruf lebih pendek dari DANGER. Dan “D”, adalah nilai minusnya.

Alasan yang bagus bagi Anda supaya tidak marah, adalah memahami bahwa kemarahan akan menyebarluaskan kelemahan. Saat Anda marah, Anda sebenarnya berkata, “Saya takut! Saya Terluka! Saya frustrasi!” Itu, adalah kata lain dari “Saya lemah.”

Sadarilah bahwa orang, barang, atau situasi, akan cenderung membuat Anda selalu marah. Udah dari sononya begitu. Anda tidak bisa dengan mudah mengontrol sesuatu di luar diri Anda. Dan jika Anda marah, kemarahan Anda tidak akan membuat dunia berjalan sesuai kemauan Anda. Andalah yang harus menyesuaikan diri dengannya.

Sadarilah bahwa jika Anda menghadapi orang yang marah, they’re not being mean; they’re just being people. Like you. Dan seperti biasa, marah itu muncul disebabkan oleh fear. Rasa takut akan kehilangan kontrol.

Keinginan untuk mengontrol adalah benar. Tapi, ingin mengontrol orang lain itu salah. Yang benar, ingin memberi contoh teladan kepada orang lain. Mengontrol dengan kekuasaan? Salah juga. Apa yang perlu dikontrol hanyalah diri sendiri. Sekali lagi, maafkanlah mereka yang marah. Tidak ada yang salah saat seorang manusia bersikap dan bertindak sebagai manusia.

Anda sendiri, kurangilah marah Anda sebab Anda sendirilah yang akan merugi. Saat Anda marah, apa yang telah keluar sebenarnya tidak perlu keluar dan apa yang terlanjur sebenarnya tidak perlu terlanjur.

LET GO OF FEAR

Saat Anda menghadapi ketakutan, Anda berada di tengah-tengah persimpangan jalan. Satu cabang menuju kepada kepengecutan, dan satu lagi menuju kepada keberanian. Yang satu menuju harapan dan impian, yang satu lagi menuju kekecewaan dan kesedihan.

Anda tidak bisa mundur atau tetap diam, melainkan tetap maju dan memilih salah satu cabang. Dengan diam atau mundur, Anda tidak akan tumbuh dan berubah. Malah, Anda menuju ke kepunahan dan kematian.

Manage-lah fear Anda, sebab fear adalah False Evidence Appearing Real. Asli tapi sebenarnya palsu.

Jadi, tak usahlah Anda bersedih lagi. Bersenang-senang sajalah. Sibuklah. Lakukan yang terbaik. Tak perlu takut dan tak usah khawatir. Lakukanlah segalanya dengan semangat dan keberanian. Itu lebih baik buat Anda.

Bukannya tadi sudah Saya bilang, kalo Anda itu macan?

Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.

Ikhwan Sopa
ikhwan dot sopa at gmail dot com
http://milis-bicara.blogspot.com
Silahkan link, copy, forward, print, bagi-bagi.

Depression

Sabtu/Minggu kemaren nonton Oprah yang kali ini mewawancarai David Pesci yang membunuh kedua anak kembarnya di rumah. David Pesci dikenal sebagai pribadi yang hangat dan lucu, bekerja dengan jabatan cukup tinggi di sebuah bank. Di tengarai David Pesci menderita Depresi dan puncaknya dia menjadi gelap mata dan membantai kedua anak perempuan kembarnya dengan masing-masing lebih dari selusin tusukan. Saat ini David Pesci menjalanin dua kali hukuman seumur hidup di penjara Amrik, sono.

Jadi ingat kasus pembunuhan tiga anak oleh seorang ibu di Bandung, sayangnya di Indonesia nggak pernah diteliti kenapa dia (si ibu) jadi depresi. Kebiasaan orang Indonesia (antara) terlalu pasrah (fatalis) atau kambing hitamisasi.

Pada saat acara Oprah ada seorang Psikolog memberikan kuis sederhana untuk mengukur diri anda depresi atau tidak dan jika menjawab,ya, untuk 2 pertanyaan maka sangat disarankan untuk melalukan evaluasi kesehatan mental.(Doesn’t mean you are crazy though)

Could you be depressed? Take this self-assessment, developed by psychiatrist Dr. Gail Saltz.

  1. Have you felt depressed, hopeless, helpless, worthless or guilty most of the day, every day, for at least 2 weeks? Yes/No
  2. Do you no longer feel pleasure in or enjoy doing anything? Yes/No
  3. Have you lost (or gained) in both appetite and sleep? Yes/No
  4. Are you fatigued and unable to concentrate? Yes/No
  5. Do you feel that life is not worth living or think about ending your life? Yes/No

Quiz taken from here

Bahan bacaan lanjut

  1. Perbedaan depresi pada Wanita dan Pria
  2. Memahami tanda-tanda depresi

Picture taken from here