Living life in the fast lane


Seorang pernah meminta saya membuktikan ucapan saya, yang mengatakan tingkat kecelakaan kendaraan bermotor roda 2 lebih tinggi dari roda 4. Asumsi saya secara logika adalah karena setiap bulannya ada 300an ribu STNK sepeda motor disahkan di Polda Metro Jaya jelas roda 2 > dari roda 4 (mobil pribadi). Misalnya jumlah motor 100 dan Mobil 10 maka dengan tingkat kecelakaan 10% aja jelas aja banyakan motor yang kecelakaan. (Apalagi dengan kucuran STNK yang keluar segitu banyak) belum lagi motor bodong, curian, rakitan sendiri, nggak diperpanjang STNKnya.
Jelas motor menang jumlah!

Dan menilik tingkat keugal-ugalan sepeda motor di jalan raya (yang sehari-hari dialami) harusnya nggak heran,lah kalau sepeda motor itu kendaraan bikin celaka.Dan biasanya angka di tabel diatas hanya merupakan puncak gunung es. Berapa banyak kecelakaan yang nggak dilaporin polisi dan diselesaikan secara “kekeluargaan”? atau malah kerugian yang mungkin nggak sampai berdarah-darah atau mati …

Ada istilah Hit and Run … itulah motor.. total free riders

Tapiiiii……..

Seperti kata temen saya (yang lain) yang pengendara motor:

“Jalan pelan ditabrak, jalan kenceng nabrak…jadi? Jalan aja yang kenceng”

Sumber foto: udah jelas kali,yee…

To my friend yang minta fakta: Puas?!Puas?! 😀

No hard feeling…just wanna make my point

21 thoughts on “Living life in the fast lane

  1. hehehehesaya juga kemairn bis kecelakaan lagi roel2 motor dengan seenak udelle brenti didepan gw, cuma karna:Spionya lepas, dan brenti mo ngambil spion!semprul!!!!

  2. bejosh said: hehehehesaya juga kemairn bis kecelakaan lagi roel2 motor dengan seenak udelle brenti didepan gw, cuma karna:Spionya lepas, dan brenti mo ngambil spion!semprul!!!!

    Semprul banget!…Lupa kali kalo dijalanan nggak dia doang…cedera nggak bos? turut berduka cita dah…

  3. thetrueideas said: betul kok..kalau tingkat kecelakaan motor lebih tinggi dari moda transportasi lainnya, makanye kudu ati2.. *motor rider juga* 😀

    datanya shahih gak tuh? kayaknya bukan dhaif,ya?Angkanya cukup valid…

  4. Gak heran lah Roel, di tempat gue, anak esde aja dah seliweran pake motor. Jangankan disuruh berkendara dengan tanggung jawab, ‘free riding’ udah jadi sesuatu yang dianggap normal dan dibiarkan…

  5. naek motor kebut2 emg seru….memacu adrenalin…cocok dah buat mereka yg terlalu sibuk dgn kemonotonan….positifnya…bisa ngilangin stress….negatifnya…bisa ngilangin nyawa….

  6. anakhalal said: Gak heran lah Roel, di tempat gue, anak esde aja dah seliweran pake motor. Jangankan disuruh berkendara dengan tanggung jawab, ‘free riding’ udah jadi sesuatu yang dianggap normal dan dibiarkan…

    anarchy is coming to town …The slayer’s arrivedOn a black horse of steelTrouble is comingHell on two wheels

  7. anakhalal said: Gak heran lah Roel, di tempat gue, anak esde aja dah seliweran pake motor. Jangankan disuruh berkendara dengan tanggung jawab, ‘free riding’ udah jadi sesuatu yang dianggap normal dan dibiarkan…

    di sini juga tuh…anak SD berkeliaran dengan indahnya (dan bergerombolannya…) pake motor.. :/

  8. angkot = angkut kotoran… yg diangkut oleh supir angkot emang nggak pernah diangap manusia… dianggapnya kotoran aja… makanya bawa mobilnya ugal2an… penumpangnya diperlakukan layaknya ‘manusia’ klo soal bayar ongkosnya aja…

  9. roelworks said: Semprul banget!…Lupa kali kalo dijalanan nggak dia doang…cedera nggak bos? turut berduka cita dah…

    hahahhagak separah tempo hari sihtangan kanan nyeri aja…alamat pensiun gebuk2 nih :))thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.