Manual and Mr. Postman (still Rock!)

It’s a Digital age (sms, email, text, e-card etc) everything is heading to paperless and electronic but manual still rocks! I received two beautiful cards from two beautiful persons. First and Ied Mubarak card sent all the way from across the ocean made by Dian who created the card by herself, all manual (Two Thumbs up!). The other card is Chris, he and Rennie sent us a thank you note for attending their wedding, a humble card (as humble as Chris :D), with a candid photograph of Me and Ita chatting to the happy groom. Thanks guys! You all rock! Manual Rocks! and off course Mr. Postman you still rock also!

Typo? I don’t think so …

“Never too late to Action”

Prepositions..momok banget

What makes it lamer:
COMICSANS!!! Man, it’s NOT a DEFAULT comic font, even it has COMIC in it as a name! You should’ve use THISISDAREALCOMICFONT.ttf . You can download it for free anywhere at the internet. (if you know that there is a technology called Internet) D’oooooohhh…

And a tribal/inca fireman…nice effort…not bad laaaaah…

Note:
Harusnya

Never too late to act

or

Never too late for action

Action is a noun, you can’t use a noun with a “to” preposition because to are usually for verbs. Who ever the copywriter is..nice try, dude!

Inspired by om Isman, thx to my wife’s cellphone. Foto di ambil di Mal Lippo Karawaci 😀

Simplicity?

Ternyata… Hidup Ini Sederhana…

Ada seorang anak kecil menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,cukup punya inisiatif sedikit saja.

—- 000 —–

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik .

—- 000 —–

Seorang anak berkata kepada ibunya:
“Ibu hari ini sangat cantik.”
Ibu menjawab:
“Mengapa?”
Anak menjawab:
“Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah .

—- 000 —–

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja .

—- 000 —–
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:
“Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

—- 000 —–

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:
“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

—- 000 —–

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

* You are what you think about. Beware of your mind.

Author: Anonymous from Email

Image from here

Zero [part 2]

Firasat

Mak Etek Yan (Uncle in Minang) asked Deni to join him to go to Lintau, Mak etek’s Home, a tradition held by Indonesian approaching Iedul Fitri Holiday. Deni refused his father’s offer and his brother Erick went accompanying his father. It was October 13, 2007 all Muslim’s around the world were celebrating the end of the fasting Month.

October 22, 2007

That night Mak etek Yan was sleeping at his home in Lintau, Erick has gone home earlier because he has to continue his college. Suddenly he woke up because he felt that the house was shaking violently thumbling him from his bed. At first he thought it was an earthquake that has been hitting Sumatera for several times.Later a call came in from his Wife. Deni went through an accident and is in the hospital.

… a fragment from Deni’s funeral.

“A father should never bury his son …” (King Theoden – Lord Of the Rings “The Two Towers”

Top Ten Stress…

TOP TEN STRESSFUL PROFESSIONS

  • IT
  • Medicine / Caring Profession
  • Engineering
  • Sales and Marketing
  • Education
  • Finance
  • Human Resources
  • Operations
  • Production
  • Clerical

TOP TEN WORK STRESSES

  • Workload
  • Feeling undervalued
  • Deadlines
  • Type of work people have to do
  • Having to take on other people’s work
  • Lack of job satisfaction
  • Lack of control over the working day
  • Having to work long hours
  • Frustration with the working environment
  • Targets

TOP TEN COLLEAGUE IRRITATIONS

  • Seeing others not pulling their weight
  • Managers changing their minds about what they want doing
  • Lack of support from managers
  • Pressure from managers
  • Feeling put-upon by managers
  • Interruptions by colleagues
  • Interruptions by managers
  • Bullying behavior by managers
  • Lack of support from colleagues
  • Bullying behavior by colleagues

From here

What a great way to start your day…

Ten Percent

Namanya Dani, my distant cousin, his father used to stop by at our house when he was still single just to say hi, or visit my Mom. Dani, like his father, is calm, doesn’t speak much. Usually he, his brother Erik and his parents come visiting us in Lebaran days. There is when we usually met. I watched him and his brother grow, tall, but still calm. Heard he went to college. hear about him graduating and now currently looking for a job.

Now i heard a news from him from my brother:

“Dani anak mete yan masuk ICU lt 2 RS tebet,kcelakaan motor pagi tadi,kmgkn hidup kecil”

and I rushed to the hospital seeing him in tubes on a respirator and live support. Really breaks my heart, i love my cousins

How he got into that accident? I gathered only fragments

He and his friend went on a motorbike and on the way home in Pondok Gede from Pasar Rumput, the angel of death strikes, Dani was on the passenger seat without a helmet suffered the most. His friend wearing a helmet and DRUNK, leaves with minor scratches.

I don’t know why Dani have to hang out with some irresponsible drunks – be careful choosing your friends – But i am only on the outer orbit of his life, i cannot judge anything…just pondering questions. Why?Why??Why? He is only 23 and his life is hanging on a thread.

This morning, i don’t have the heart to ask for his conditions.I just pray for some miracles and pray for the best…Though the doctor say, chance for him to recover is only ten percent….

I picture myself lying in bed with life support – anything i had won’t matter

Dari Jakarta Ngomik 24 Jam

24 Hour Comics Day datang lagi, kali ini untuk wilayah Jakarta diselenggarakan di Ruangrupa. Dimulai dengan hanya 7 orang peserta yang memang datang duluan sesuai jadwal jam 10 pagi, lalu bertambah menjadi 15 orang menjelang sore, termasuk peserta termuda Bunga usia 15 tahun yang datang diantar Ibunya. Dan saat malam nyaris lewat separuh, tambah lagi 2 orang yang sebenarnya ‘terbawa suasana’ ngomik yang sedang berlangsung yaitu Arif dan Ray.

Walau kali ini tidak mendapat pengunjung seramai tahun lalu, ada 2 wakil media yang mampir dan meliput event ini. Juga dimeriahkan dengan meja jualan Akademi Samali & Boemboe yang menjual pin, komik, film independen, T-Shirt hingga CD musik. Dan tentu saja keluarga besar Napoli dan Mentos (kucing dan anjing piaraannya anak2 Ruangrupa) yang berseliweran minta digoda para komikus yang lagi berjuang ngomik.
Menjelang pagi, saat rasa mengantuk mulai tak tertahankan, beberapa komikus akhirnya rebah sementara lainnya tetap ngotot ngomik.

Masing-masing punya target, misalnya target untuk hanya akan istirahat setelah melewati 12 halaman. Tentu banyak yang mengingkari janjinya sendiri. Ada 2 peserta yang tahun lalu juga ikutan yaitu Beng dan Zarki. Karena Beng tahun lalu berhasil menyelesaikan 24 halaman, tekanan lebih ada pada Zarki yang tahun lalu cuma berhasil menyelesaikan 15 halaman.

Menjelang detik-detik terakhir pada jam 10 pagi 21 Oktober 2007, 3 peserta saling berjibaku untuk bisa menyelesaikan komiknya. Mereka adalah Ari Wowo dan 2 peserta yang terakhir gabung: Arif & Ray. Disemangati oleh peserta lain yang sudah menyelesaikan komiknya sejak 6 jam sebelumnya seperti Janang dari Jogja dan Yudis dari Surabaya, ketiga peserta ini akhirnya berhasil juga menyelesaikan 24 halaman komiknya. Jadi total 11 peserta dari 17 peserta yang ikutan berhasil menyelesaikan tantangan ngomik 24 halaman selama 24 jam.

Kesulitan pada acara kali ini adalah, kami tidak mendapatkan volunteer untuk dokumentasi foto dan IT (yang bekerja sebagai pemindai dan up-loader), dikarenakan masih banyak kawan2 yang berada dalam suasana libur panjang, sehabis hari raya pula. Kawan-kawan yang datang hampir semuanya menyatakan ingin ikutan ngomik. Berdasarkan info dari Tita yang katanya belum ada persiapan untuk penerbitannya, maka kami berencana berkoordinasi dengan kawan-kawan penyelenggara Bandung dan Semarang untuk menerbitkan versi cetaknya, do’akan saja.

Beberapa komikus, setelah acara selesai dan istirahat, ramai-ramai menuju cafe Ohlala di Djakarta theatre (Thamrin) untuk menghadiri undangan silahturahmi internal bersama komikindonesia.com, yang juga dihadiri komikus senior (Gerdi WK, Hans Jaladara, Kelana, Djair Warni dll), kawan-kawan Basis Komik dan majalah Splash, acara ini lebih besar sebagai sounding untuk mobile comics yang digagas Telkomsel.

Terima kasih atas dukungan teman-teman yang bersedia mampir dan menyemangati: Veni Provoke!, Novi Safitri C’n S, Ika Vantiani, Tika, Esti, Chandra Endroputro dan semua yang sempat hadir atau mengirim sms dukungan yaa…

Karya2 bisa dilihat di: http://komik24jam.multiply.com

(Sebagian karya yang belum selesai masih dalam proses pemindaian)

Sampai ketemu tahun depan!
Lulu Ratna (Sie. PR dan Dokumentasi Video)