Kenapa Ogie Memang?

Mungkin ada yang memperhatikan kalau di reply box saya atau teman-teman seperti Harley, Haris, Ogie, Ardie dan Bapak Ranger aka Immy sering ada kata seperti:

“Ogie MEMANG”

atau

“Bapak Haris MEMANG designer Handal”

hehhehee..ini seperti kata Hafiz : “segitiga pepujian” khas anak dari Komik Karpet Biru alias Kokabi.

Semuanya di mulai dari Ardie yang bilang: “Daripada kita ngata-ngatai orang pake nama-nama kebon binatang, mendingan kita muji aja biar dia senang dan hepi” (kurang lebih,lah si dagrong ngomongnya begitu)

Akhirnya kita jadi rajin memuji, tapi ujung-ujungnya jadi lebih kepada “ngeledek” karena mujinya mulai “berlebihan”. (makanya semua yang berlebihan jadi nggak baik..wekekeke)

Objek pepujian yang paling asik adalah Ogie, karena diantara anak-anak kokabi dia yang paling banyak kelebihannya. Lucunya Ogie kalau di puji jadi ngamuk2 nggak jelas.Hal ini akhirnya di abadikan di komik “Dunia Karpet Biru”ini:

Dalam perkembangannya daripada kepanjangan memuji akhirnya jadi di singkat hanya sampai “Memang”. Contohnya dulunya :
“Ogie Memang Jagow!” Kemudian menjadi Ogie Memang…(ceritanya Speechless) heheheh.

Ogie lebih sering menyambungnya dengan kata “Najonk!!”

Salah satu contoh “lingkaran pepujian” bisa dilihat disini

Sebenaranya kebiasaan ini ada gak enaknya juga, soalnya sudah susah membedakan kapan memuji yang beneran dan yang ngeledek. Susah juga kalau harus memotivasi, karena bawaanya jadi curiga melulu (contohnya, sama Haris). Dan ternyata kebanyakan memuji itu gak bagus juga karena itu ciri-ciri orang Munafik. (Ayo, Grong tanggun jawab lu)

Jadinya sekarang agak mengurangi terlalu “berbunga-bunga” kalo lagi bercanda sesama teman-teman kokabi, paling hanya buat for old times sake. Atau kalau bete di tengah kemacetan Jakarta yang parah cukup tekan sms “Ogie Memang” dan ada balasan “MEMANG NAJOOOONK!!!” yang cukup bikin ngakak karena ngebayangin suaranya dan tampangnya Ogie kalo udah ngomong begitu.Jadinya agak “enteng” ngejalanin macet. Kalau lagi ada pulsa dan “agak kaya” langsung nelepon, biasanya lebih seru…hehehe

Makasih, ya, Gie udah bersedia digangguin temanmu yang jahil ini

OGIE MEMANG!!!

Komik “Ogie Memang!” juga diposting di MPnya KOKABI

Advertisements

Menjawab Kebohongan Ahmadiyah

Fwd dari email kantor
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Rabu, 16 Januari 2008

Berbagai penganut “aliran sesat” sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya
Oleh: H.M. Amin Jamaluddin *
Berbagai aliran sesat sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya. Berbagai kebohongan, pengaburan, dan tipu daya juga seringkali dimunculkan dalam kasus seputar Ahmadiyah. Pada tanggal 3 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkirim surat berupa “Ringkasan Penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia” kepada Azyumardi Azra di kantor Sekretariat Wakil Presiden.
Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu untuk meluruskan beberapa penjelasan kaum Ahmadiyah, seperti dalam surat mereka ke Azyumardi Azra di kantor Wapres tersebut. Berikut ini beberapa penjelasan Ahmadiyah dan jawaban kita. Ahmadiyah mengatakan:
1. “Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”
Jawab kita:
Kita perlu berhati-hati dan mencermati pengakuan semacam itu. Sejak berdirinya, Jemaat Ahmadiyah sudah mengaburkan makna syahadat, meskipun lafalnya sama dengan syahadat orang Islam. Kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah cab. Bandung, tahun 1993). Di situ tertulis penjelasan terhadap ayat al-Quran berikut ini:
محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم …
Dalam buku ini, Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan “Muhammad” dalam ayat tersebut, yakni: “Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5).
Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah dengan orang Muslim. Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalam syahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang lahir di India. Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini:
“Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga.” (Hal. 16-17). “….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad.” (Hal. 25)
Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Nopember 1985 (Nubuwwah 1364 HS), rubrik “Tadzkirah”, disebutkan:
“Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatku manifestasi dari semua Nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, Aku Seth, Aku Nuh, Aku Ibrahim, Aku Ishaq, Aku Ismail, Aku Ya’qub Aku Yusuf, Aku Musa, Aku Daud, Aku Isa, dan Aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad SAW, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi. (Haqiqatul Wahyi, h. 72).” (Hal. 11-12)
Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad juga mengaku sebagai Muhammad saw, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Bahkan, dalam buku Ajaranku, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s., Yayasan Wisma Damai, Bogor, cetakan keenam,1993, disebutkan: “….. di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku …..” (Hal. 14)
Ahmadiyah mengatakan;
2. “Kitab Suci kami hanyalah Al Qur’anul Karim.” Ahmadiyah juga mengatakan, bahwa “Tadzkirah” bukanlah kitab suci mereka, tetapi merupakan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada tahun 1935 (27 tahun setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia tahun 1908).
Jawab kita:
Penjelasan Ahmadiyah ini juga tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam kitab Tadzkirah yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut ini: “TADZKIRAH YA’NI WAHYU MUQODDAS”, artinya TADZKIRAH adalah WAHYU SUCI. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab Tadzkirah adalah “wahyu yang disucikan”. Karena itu, sangat tidak benar jika mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah.
Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima wahyu dari Allah SWT. Dalam buku Apakah Ahmadiyah itu? Karangan HZ. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad disebutkan:
“Hadhrat Masih Mau’ud a.s tampil ke dunia dan dengan lantangnya menyatakan, bahwa Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan beliau dan bukan dengan diri beliau saja, bahkan Dia bercakap-cakap dengan orang-orang yang beriman kepada beliau serta mengikuti jejak beliau, mengamalkan pelajaran beliau dan menerima petunjuk beliau. Beliau berturut-turut mengemukakan kepada dunia Kalam Ilahi yang sampai kepada beliau dan menganjurkan kepada para pengikut beliau, agar mereka pun berusaha memperoleh ni’mat serupa itu.” (hal. 63-64).
3. “Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.”
Jawab kita:
Pengakuan kaum Ahmadiyah ini pun nyata-nyata tidak sesuai dengan fakta yang ada pada buku-buku dan terbitan mereka. Dalam buku Amanat Imam Jemaat Ahmadiyah Khalifatul Masih IV Hazrat Mirza Tahir Ahmad Pada Peringatan Seabad Jemaat Ahmadiyah Tahun 1989 terbitan Panita Jalsah Salanah 2001, 2002 Jemaat Ahmadiyah Indonesia, disebutkan:
“Saya bersaksi kepada Tuhan Yang MahaKuasa dan Yang Selamanya Hadir bahwa seruan Ahmadiyah tidak lain melainkan kebenaran. Ahmadiyah adalah Islam dalam bentuknya yang sejati. Keselamatan umat manusia bergantung pada penerimaan agama damai ini.” (Hal. 6)
“Bilakhir, perkenankanlah saya dengan tulus ikhlas mengetuk hati anda sekalian sekali lagi agar sudi menerima seruan Juru Selamat di akhir zaman ini.” (Hal. 10)
Bahkan, Ahmadiyah punya istilah sendiri untuk menamai para pengikut ajarannya, dengan tujuan membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya:
Dalam buku Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad – Imam Mahdi dan Masih Mau’ud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cetakan kedua, 1995, disebutkan:
“Pada tahun 1901, akan diadakan sensus penduduk di seluruh India. Maka Hazrat Ahmad as. menerbitkan sebuah pengumuman kepada seluruh pengikut beliau untuk mencatatkan diri dalam sensus tersebut sebagai Ahmadi Muslim. Yakni, pada tahun itulah Hazrat Ahmad as. telah menetapkan nama Ahmadi bagi para pengikut beliau as., untuk membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya.” (Hal. 47)
Kaum Ahmadiyah juga menyebut, jemaat mereka adalah laksana perahu Nabi Nuh yang menyelamatkan. Yang tidak ikut perahu itu akan tenggelam. Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Juli 1986 (Wafa 1365 HS), pada salah satu tulisan dengan judul Ahmadiyah Bagaikan Bahtera Nuh Untuk Menyelamatkan Yang Berlayar Dengannya, oleh Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV, dinyatakan:
“Aku ingin menarik perhatian kalian kepada sebuah bahtera lainnya yang telah dibuat di bawah mata Allah dan dengan pengarahanNya. Kalian adalah bahtera itu, yakni Jemaat Ahmadiyah. Masih Mau’ud a.s. diberi petunjuk oleh Allah melalui wahyu yang diterimanya bahwa beliau hendaklah mempersiapkan sebuah Bahtera. Bahtera itu adalah Jemaat Ahmadiyah yang telah mendapat jaminan Allah bahwa barang siapa bergabung dengannya akan dipelihara dari segala kehancuran dan kebinasaan.”.………….
“Ini adalah suatu pelajaran lain
yang hendaknya diperhatikan oleh anggota-anggota Jemaat. Sungguh terdapat jaminan keamanan bagi mereka yang menaiki Bahtera Nuh, baik bagi para anggota keluarga Masih Mau’ud a.s. maupun bagi orang-orang yang, meskipun tidak mempunyai hubungan jasmani dengannya, menaiki Bahtera itu dengan jalan mengikuti ajaran beliau”. ………….
“Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk melindungi Bahtera ini dengan sebaik-baiknya, dengan ketakwaan dan ketabahan yang sempurna, dan dengan kebenaran yang sempurna – Bahtera yang telah dibina demi keselamatan seluruh dunia. Amin!”. (Hal. 12, 13, 16, 30)
Kesimpulan:
Kita jangan mudah tertipu dengan penjelasan-penjelasan yang tampak indah, padahal, dunia Islam sejak dulu sudah tahu, apa dan bagaimana sebenarnya ajaran Ahmadiyah. Intinya, mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, Isa al-Mau’ud, dan Imam Mahdi. Mereka juga tidak mau bermakmum kepada orang Islam dalam shalat, karena orang Islam tidak mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.
Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah keimanan. Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka, tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT.
Penulis adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam

[Al Qur’an]Tiga Ayat …

Tiga ayat terakhir surat Al-Baqarah, bapakku sering membacanya jika sedang jadi Imam Sholat Maghrib. Di berpesan untuk rajin-rajin membaca 3 ayat ini, karena dapat menjaga rumah aman dari setan selama 3 hari. Nggak tahu juga hadist apa bukan. Boleh juga,sih buat hafalan.(tapi gak hafal-hafal tapi bisa ngikutin kalau dibacain).

Berikut artinya:

284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

285. Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Mungkin jika di rumah terasa agak ‘gerah’ membaca ayat ini bisa meng’adem’kan sedikit … Insya Allah.

Personality type test

Ikutan bapak ranger dan Ogie MEMANG!


Click to view my Personality Profile page

Confidant? wah, saya visionary …wekekek… dan Visual Learner

About the INFJ
Expert Quotes & Links

“INFJs are gentle, caring, complex and highly intuitive individuals. Artistic and creative, they live in a world of hidden meanings and possibilities. Only one percent of the population has an INFJ Personality Type, making it the most rare of all the types.”

Portrait of an INFJ (The Personality Page)

“INFJs enjoy a greater clarity of perception of inner, unconscious processes than all but their INTJ cousins. Just as SP types commune with the object and “live in the here and now” of the physical world, INFJs readily grasp the hidden psychological stimuli behind the more observable dynamics of behavior and affect.”

INFJ Profile (TypeLogic)

“creative, smart, focus on fantasy more than reality, attracted to sad things, fears doing the wrong thing, observer, avoidant…”

INFJ Jung Type Descriptions (similarminds.com)
“…desire to contribute to the welfare of others and genuinely enjoy helping their companions. Although Counsleors tend to be private, sensitive people, and are not generally visible leaders, they nevertheless work quite intensely with those close to them, quietly exerting their influence behind the scenes…”

“INFJs tend to be devoted to what they believe in and seek work where their needs, values, and ideals can be deeply engaged. They move on the wave of their inspirations and are determined to see that their values are worked out in their lives. They will work toward their goals individually and, when needed, will put together a team of other highly dedicated people like themselves.”

INFJ – The Mystic (Lifexplore)

Famous INFJs

Real INFJ People

Fictional INFJs (Characters)

Wah, Gillian Anderson kesukaannya om Dikdik

INFJ Career Matches

INFJs are often happy with the following jobs which tend to match well with the Confidant/Visionary personality.

  • Actor
  • Alternative Medicine
  • Artist
  • Child Care Worker
  • Child Development
  • Chiropractor
  • Church Worker
  • Clergy
  • Computer Programmer
  • Computer Specialist
  • Consultant
  • Dentist
  • Designer
  • Doctor
  • Educational Consultant
  • Entrepreneur
  • Human Resources
  • Lawyer/Attorney
  • Librarian
  • Marketer
  • Missionary
  • Musician
  • Photographer
  • Psychiatrist
  • Psychologist/Counselor
  • Sales Representative
  • Scientist
  • Social Worker
  • Systems Analyst
  • Teacher/Professor
  • Trainer
  • Writer

wah..HRD…tapi bukan personalia kaleeee….

Ke Dokter lagi

Tanggal 8 Januari Khansa harus ke dokter untuk kontrol. Sekalian ibunya kontrol bekas operasinya ke dokter kandungan. Kunjungan pertama Khansa mendapat kejutan: suntikan hepatitis di pahanya. Mukanya langsung berubah menjadi merah marun dengan tangisan yang sangking tinggi nadanya sudah nggak kedengaran lagi. Beratnya sudah naik (2.8kg) tapi belum 3 kg. Ibunya mendapat vitamin untuk memacu ASI. Khansa masih minum kombinasi susu formula dengan ASI. Harusnya susu formulanya di suapkan agar si anak nggak bingung puting, tapi orang tuanya agak males kalau harus nyuapin. T_T maaf,ya, nak.

Sembari menunggu obat dari apotik RS, Khansa menerima kunjungan kehormatan dari Tante Samira dan Fourina. Keduanya mantan co-worker bapaknya waktu di C’nS. makasih ya Tante-tante. D

Sufi, Humor Sufi dan Komik

Buat saya sufi adalah orang yang sangat cinta Allah, menjauhi dunia, filosofis, berbicara berbunga-bunga. Kisahnya banyak saya baca dari kumpulan buku 30 Kisah Teladan yang dibelikan Orang tua saya. Umumnya kisah-kisah yang saya baca bersifat humor atau lucu, kadang memberikan pemecahanan yang nyeleneh terhadap suatu masalah. Sangking lucunya malah jadi komikal. Sering terbayang fragmen komik dari sebuah kisah humor sufi. Tokohnya kalau bukan Abu Nawas,ya, Nasrullah (sepertinya mereka orang yang sama) Bukan gambar saya yang terbayang tapi seandainya ada gambar orang lain yang gayanya lebih cocok dengan humor sufi. Hmm, mungkin saya lebih cocok jadi produser hehehe.

Kesempatan pertama merealisasikan fragmen komik-komik itu adalah bersama Epiet di majalah Annida, sayangnya mungkin setelah beberapa episode komiknya berhenti (lupa alasannya). Lama kemudian saya bertemu Haris, ternyata dia punya pemikiran yang hampir sama dengan saya. Haris malah lebih maju, daripada mengulang lagi kisah Abu Nawas atau Nasrullah dia cenderung mengambil inti ceritanya dengan tokoh dan dunia yang berbeda. Haris (waktu itu) mengatakan dia sangat terinspirasi Dunia Dragon Ball yang diciptakan Akira Toriyama dan dia bermaksud mengimplentasikan hal itu di komik humor sufi miliknya. Kebetulan saat itu Haris dan saya sedang terlibat di dalam penerbitan sebuah buletin komik remaja. Ketika saya mengusulkan Haris membuat komik sejenis Humor Sufi munculah tokoh Sabi dan Ramzul. Sayang sekali seperti sebelumnya sang bulletin keburu koit alias dimatiin setelah beberapa edisi. Dan Haris keburu kerja dan sibuk sehingga Sabi dan Ramzul tidak nongol lagi, padahal saya sudah membayangkan komik ini dibukukan. Bahkan saya sudah hunting buku-buku humor sufi untuk Haris sebagai sumber inspirasi/gudang ide. Ternyata … Nothing last forever;ihiks

Waktu terus berjalan ….

Saya tetap senang dengan Humor Sufi dan membeli beberapa buku humor sufi. saya juga membeli Karung Mutiara Hikmah Ghazali buatan Om Jitet Koestana. Kartun Om Jitet memang mumpuni, tapi sifat komiknya masih strip. Yang seoriginal konsepnya Haris belum pernah saya temukan. Akankah Sabi dan Ramzul dilanjutkan? Hanya Allah yang tahu.

Sementera belum nongol saya ingin membagi beberapa kisahnya yang pernah terbit. Hasil pindai-an arsip komik di lemari saya

NB: Ris! It’s been a honour working with you dude!

Sabi dan Ramzul bisa ditengok disini