Ke Dokter lagi

Tanggal 8 Januari Khansa harus ke dokter untuk kontrol. Sekalian ibunya kontrol bekas operasinya ke dokter kandungan. Kunjungan pertama Khansa mendapat kejutan: suntikan hepatitis di pahanya. Mukanya langsung berubah menjadi merah marun dengan tangisan yang sangking tinggi nadanya sudah nggak kedengaran lagi. Beratnya sudah naik (2.8kg) tapi belum 3 kg. Ibunya mendapat vitamin untuk memacu ASI. Khansa masih minum kombinasi susu formula dengan ASI. Harusnya susu formulanya di suapkan agar si anak nggak bingung puting, tapi orang tuanya agak males kalau harus nyuapin. T_T maaf,ya, nak.

Sembari menunggu obat dari apotik RS, Khansa menerima kunjungan kehormatan dari Tante Samira dan Fourina. Keduanya mantan co-worker bapaknya waktu di C’nS. makasih ya Tante-tante. D

Advertisements

31 thoughts on “Ke Dokter lagi

  1. uuuu….cup…cup….hebat juga bisa nangis kejer tanpa suara. panik ngga? kok cepet banget suntik hepatitisnya? kemarin ngga kesampaian gendong karena belum potong kuku, takut kegores. besok2 harus bisa gendong. yosh…

  2. tenang Roel…makin gede… mungkin udah nggak terlalu nangis klo disuntik…tapi lebih gede lagi… lebih kejer… hihihihi…. :pvitaminnya Ita molocco b-13 (atau yang bunyinya mirip seperti itu ya?) πŸ˜€

  3. roelworks said: iya, molocco…tapi nggak mempan tuh…masih seret ..

    belom kali…sabar ajaw…eh, gw pernah bilang kan kalo si Ardi dan Hari di bulan pertamanya masih dibantu susu formula?nggak sampe abis satu kaleng deh… nyisa dikit lah.. setelah itu sih full asi…Itanya pede aja lah… yang penting ASI dulu… setelah emaknya udah merasa habis disedot dan tak berdaya lagi, kasih deh tu susu formula(sementara itu, emaknya makan! ^_^ )

  4. betul roel. Kalo mau ASI, pede aja lagi. N Santai. Yakin kalo pasti cukup buat bayi. Kucing aja anaknya enam bisa asi semua, ga ada yang kelaparan :p Sebagai suami harus terus dukung, bawain bayinya kalo nangis buat disusuin, sediain susu buat emaknya isi bensin :p Met jadi ayah πŸ™‚

  5. harlia said: dan loe blom tau gimana lapernya kalo lagi nyusuin, kan? πŸ˜€

    Yeeey…bukan itu masalahnya, masalahnya adalah nafsu makan ibunya balik ke awal sebelum hamil

  6. roelworks said: Yeeey…bukan itu masalahnya, masalahnya adalah nafsu makan ibunya balik ke awal sebelum hamil

    maksud gw…klo anaknya makin gede, nyusunya kan makin kenceng…nah, emaknya makin laper… dan lapernya tuh beneran lapeeeeeeeeeeeeeeeerr gitu lho…nah, kalo dah kayak gitu, nggak ada pilihan laen selain… maakaaaaaaaaaaaaaaaannn!! :peniwei, klo ita masih dikit aja makannya, cekokin susu aja Roel..kata Mami, dulu dia waktu menyusui wajib minum susu sapi seliter sehari..(ampe sebel liat tukang susu! :p )

  7. harlia said: eniwei, klo ita masih dikit aja makannya, cekokin susu aja Roel..kata Mami, dulu dia waktu menyusui wajib minum susu sapi seliter sehari..(ampe sebel liat tukang susu! :p )

    Banyakan gue minum susunya..tapi nanti gue coba deh …

  8. Mbak Ita makannya sedikit mungkin masih ngrasa takut gemuk barangkali. hihihihi…. Kalo emang makannya sedikit gimana mau kuat menyusui anak? Tapi, memang ada ibu2 yg udah usaha masih saja sedikit ASI-nya, lalu timbul perasaan bersalah, merasa gak jadi ibu yang baik. Kaya gitu bisa jadi sumber stres sendiri. Mungkin Mbak Ita masih kecapean, dan masih kesakitan karena bekas operasi. Ingat setiap perempuan memiliki tubuh dan karakter yang berbeda, jadi jangan pernah membanding2kan dengan ibu2 lain yang pernah melahirkan. Terima aja, dan support terus. Caranya antara lain, sering2 mengganti peran istri ketika di rumah, supaya istri bisa istirahat.Di sisi lain, memang ada ibu2 yg secara lahiriahnya gak mampu banyak memproduksi ASI. Atau ASI susah untuk keluar karena salah posisi pada saat menyusui, atau si ibu terlalu stres sehingga seret. Pokoknya ada banyak kemungkinan lah.Memang sih, sekarang lagi kampanye kembali pada ASI, dan saya akui, manfaatnya juga terasa pada anak Dayo. Tapi, yang paling dibutuhkan oleh seorang anak manusia ketika lahir ke dunia adalah luapan cinta dan kasih sayang orang tuanya. Kalau ASI tak ada, susu formula ditambah dengan doa dan usapan serta dekapan hangat orang tua ketika memberikannya, insya allah, akan memberikan kedekatan yang tak kalah kuatnya jika menyusui langsung dari ibunya.Menyusui pake botol untuk anak bayi, jika sering dilakukan oleh ayahnya, akan membangun ikatan emosional yang jarang dimiliki oleh ayah yg jarang ngurus anaknya sejak masih bayi. Ikatan unik ini bisa terbentuk hampir menyerupai ikatan batin antara anak dan ibunya. Beruntung sekali jika anak bisa memiliki ikatan seperti ini baik dengan ayah dan ibunya. Makanya, Bang Nurul, gak usah pusing kalo emang ternyata masih campur ASI dan formula. Doa orang tua ketika menyuapi, memandikan dan mengganti popoknya, serta keikhlasan yang dibarengi kepasrahan pada Allah, takkan kalah nilainya dengan ASI seorang ibu.Banyak jalan menuju Roma. Jadi, tetaplah berusaha, tapi gak usah terlalu dipaksa daripada Mbak Ita tambah tertekan (sabar ya, Mbak yu..). Mbak Ita harus banyak minum, coba beliin minuman berprotein (yg dulu sering diminum nenek), terus suruh makan kuah sayur bayam dan sayur katuk. Banyak ngemil buah aja, yang banyak airnya. Ini bukan saja untuk menyusui, tapi juga untuk mengembalikan stamina yang terkuras karena kehamilan yang sangat berat beberapa bulan lalu. Terutama supaya tidak terkena osteoporosis nantinya pada usia 30-35 tahun. Mudah2an tetap semangat ya, jangan terlalu panik lah, dek Cut kan “pejuang”, ya, kan, dek? gambatte ne!

  9. Bapaknya juga suka bantu nyusuin dengan botol atau bikinin susu, gendong kalo dia rewel..pake kain yang dipinjamin Salma(kayaknya posisinya jadi agak aneh). tadi pagi beresin o’o-nya…tapi karena buru2 mau berangkat kantor kurang bersih …T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s