Met Ultah Lagi

Bapak Ranger a.k.a. Imansyah Lubis, guru komik gue …salah satu orang yang gue dengerin nasehatnya, yang gue hormatin, dan kagumi…berusaha keras sepositf dan segigih dan seperfeksionis dia…

Semoga panjang umur, sehat selalu, selalu dalam Hidayah Nya …

Advertisements

Happy B’day Bro

Panjang Umur, murah rejeki, selalu mendapat Hidayah-Nya…dan diberi kekuatan untuk mengikuti jalan yang bener. dan walau engkau terperosok atau keluar selalu diberi Hidayah dan kekuatan untuk kembali.

Hidup memang tidak sempurna, bro. Thanks for being a friend for this long. Walau kita sudah jarang bertemu, sukses membina rumah tangga nanti, maaf banget gue gak bisa hadir dalam acara penting elu itu. (Padahal itu yang gue tunggu-tunggu).

“A good friend is hard to find, hard to lose, and hard to forget.” Unknown

Rasuardie
http://republikradikal.multiply.com

Gagal …

Kemaren saat survey ke Rumah Gemilang, di daerah Sawangan Depok, saya diteman Direktur Forum Peduli Al Azhar, Bp. Anwar Sani. Orangnya masih muda dan berteman dekat dengan ustadz Yusuf Mansur (ustadz yang gemar membawa tema sedekah). Dia mengutip salah satu perkataan Ustadz Yusuf Mansur mengenai kegagalan:

Kegagalan bukan berarti kita tidak sukses,
kegagalan itu 100% berhasil/sukses tahap pertama,
jangan pernah bilang gagal tapi …sukses 100% tahap pertama

very positive indeed…

Super! Positive Enforcement …

Sampai rumah malam…capek…nyalain TV walaupun isinya sinetron busuk …hehehe tapi ada satu channel yang nayangin orang ini:

Om Mario Teguh… dan saat saya lompat ke acara dia bertepatan saat dia bilang begini:

“Jangan ambil pekerjaan kecil, ambil pekerjaan dimana tidak seorang pun bisa menolongmu dan saat itulah Tuhan akan ikut campur. Jika hanya dengan bantuan rekan-rekan anda pekerjaan bisa diselesaikan maka Tuhan tidak perlu turun tangan (IMHO semua sebenarnya juga terjadi atas ijin-Nya), ambil pekerjaan besar!” – yah, kurang lebih begitulah…

Kata-kata yang sangat positif …

Where the hell did he get those words from?

Lanjuuuuuut!!

Ikhlas

Ikhlas itu berat banget … enteng di mulut …berat untuk di kerjakan
Dan hati ini terus di uji dengan ke ikhlasan …
Bahwa semua ini hanya sementara …bukan milik kita
tapi tetap dimintakan pertanggung jawabannya
Ikhlas …
Ku kira aku sudah bisa ternyata masih banyak yang harus di pelajari
sabar..
sabar..
sabar ..

[buat seorang kawan yang menyempatkan menelepon begitu lama sekedar menyemangati patik yang hina ini, maaf mengecewakanmu kawan…I’m not that strong …What you said didn’t make me any better, but thanks for calling]

Mengurus Visa

Di banding misalnya Jepang, yang biasanya saya urus di kantor. Mengurus visa Inggris itu ternyata dokumennya ber kali lipat lebih banyak dibanding mengurus visa ke Jepang.

Form visanya sendiri ada 16 halaman yang harus diisi per orang dengan dokumen kelengkapan yang detil banget. Salut, dah …

Ngisinya aja 1/2 hari sendiri untuk kami bertiga. Penyerahanya dilakukan di Plaza Abda di Sudirman (nggak pergi langsung ke kedutaan lagi) di lantai 22. Termasuk di satu lantai itu pengurusan visa untuk Australia dan Canada. Pengawasannya ketat dan diberlakukan screening barang yang ketat pula. Kita hanya boleh membawa masuk dokumen-dokumen untuk pengajuan visa. Handphone, tas, kunci mobil etc harus dititip di depan (pos). Untuk Handphone harus dalam keadaan mati (mungkin takut digunakan untuk mengaktifkan bom, ya?).

Di dalam kita menyerahkan formulir pengajuan visanya (yang bisa di download di websitenya http://www.ukvisas.gov.uk – termasuk petunjuk pengisiannya). Di counter pertama di dalam itu semua kelengkapan dibuatkan checklistnya setelah checklist OK. Kita harus membayar biaya visa ( jauh lebih mahal dari Jepang), biaya ini tidak akan dikembalikan walau permohonan visa kita di tolak.(sueegeeeerrrrr) Setelah pembayaran, kita harus menunggu untuk pengambilan sidik jari dan biometric (entah apa itu) ….Lalu kita disuruh menghubungi setelah 3 – 5 hari kerja. Ada kemungkinan kita menerima panggilan untuk interview, jadi belum tentu juga langsung lolos . Mohon doanya, ya teman-teman, semoga lancar.