Jum’atan dan Belanja

Ternyata sudah hari jum’at! Teteh Ina mengajak kami keluar sekalian biar saya pergi shalat Jum’at bareng suaminya Abang Haris. Masjidnya berada di Bedford sekitar 30 menitan dari Harrold. Jadilah Khansa dan Ita sekalian ikut jalan-jalan keluar.

Masjidnya ternyata adalah masjid Bangladesh, ketika kami datang sudah ada ceramah dalam bahasa Bangladesh. Tempat wudhunya bersih, rapi dan …ada tempat duduknya! semacam dingklik begitu tapi permanen, jadi wudhunya sambil duduk. Ketika kami masuk ada seseorang yang membubuhkan sedikit minyak wangi di tangan. Tapi jangan bayangkan gedung Masjid model di Jakarta yang memakai menara dan Kubah. Masjid ini modifikasi dari rumah lalu digelar karpet model di masjid-masjid Indonesia. Mimbarnya sendiri model terbuka, bukan yang model kubikel seperti rata-rata masjid di Indonesia. Penceramahnya memakai sorban model India/Bangladesh berwarna putih. Selain orang Bangladesh ada juga orang Inggris, Arab dan Afrika yang sholat. Wah, yang Arab ganteng-ganteng lah pake peci dan gamis hitam gaul (yang ada bordirannya). Banyak juga orang tua yang duduk di kursi dengan rambut dan jenggot putih. Ada juga satu orang Inggris asli tampaknya habis pake anting-anting begitu. heheheh

Ternyata ceramah dalam bahasa Bangladesh hanya pengantar, ceramah yang menjadi inti Jum’atannya dibawakan dalam bahasa Arab. Doa yang lain sama saja, persis seperti di Indonesia. Nah, kotak jum’atannya diwakili beberapa orang yang membawa kantong yang keliling sebelum sholat dimulai. Yang asik kita bisa minta kembalian ternyata ..heheheh…

Sholat Jum’atnya sendiri mirip dengan masjid-masjid NU di dekat rumah di Tebet. Azan 2 kali yang diselingi sholat sunnah. Ceramah dalam bahasa Arabnya sendiri singkat dan dimulai sekitar jam 13.19 waktu England.(Zhuhur jam 12.58).

Keluar dari masjid kami di sambut gerimis ,(atau hujan gerimis yang lebat?) Ibu-ibu yang mendrop kami di masjid telah menjemput saya dan pak Haris. Pak Haris kemudian di drop kembali ke kantornya.

Teteh Ina menawarkan untuk mampir di Supermarket dan kami setuju. Akhirnya kami pergi ke Supermarket bernama Tesco..semacam Carrefour disini. Jangan ngomongin konversi harga dari Poundsterling ke rupiah deh…sakit hati…heheh pada mahal semua …Kami membeli kartu telepon dengan nomer Inggris, Pisang dan makanan bayi buat Khansa serta sebotol susu. Harganya? sekitara 8 poundsterling lebih…hitung sendiri,dah …

Pulangnya kami menjemput putri Tante Ina, Icha…untuk kemudian segera pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan pulang hujan mengguyur Bedford, akibatnya beberap tempat macet. Persis Jakarta tapi minus motor-motor ugal-ugalan …

Rain drops keep falling on my head…

keterangan gambar
1. Papan nama Masjid Bedford
2. Petunjuk di dalam masjid, bilingual bo..(bangladesh dan Inggris)
3. Teteh Ina, Khansa dan Ita mejeng depan Tesco

Advertisements

27 thoughts on “Jum’atan dan Belanja

  1. roelworks said: Wah, yang Arab ganteng-ganteng lah pake peci dan gamis hitam gaul (yang ada bordirannya)

    hmmm…hehehe…btw, hujan gerimis yg lebat tu kayak gmana yak? πŸ˜€

  2. nadnuts said: btw, hujan gerimis yg lebat tu kayak gmana yak? πŸ˜€

    butirannya kecil-kecil seperti gerimis,tapi lebih banyak jumlahnya…gak byuuuurrr.hujan butiran gede gitu ..

  3. irfanlisa said: enangnya sudah bisa akses internet. semoga betah ya, terutama buat Khansa (lucu banget pake topi-:)

    Alhamdulillah masih bisa numpang …sementara belum dapat rumah sendiri

  4. roelworks said: Belum,nih …rumah aja susah nyarinya …

    semoga lekas dapat pekerjaan yang baik dan rumah yang nyaman yaa mas.. πŸ™‚ salam hangat dari indonesia.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s