10 PRINSIP MENYIKAPI HARTA-BENDA MENURUT AL-QURAN


Bismillaahirrahmaan irrahiim

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

10 PRINSIP MENYIKAPI HARTA-BENDA MENURUT AL-QURAN

Harta-benda memang merupakan kebutuhan hidup yang sangat dicintai manusia. Allah yang Maha Hidup berfirman, yang artinya :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS al-Imraan 3:14). “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur” (QS ar-Ruum 30:46).

Bagaimana seharusnya menyikapi harta-benda dalam kehidupan fana ini ? Ikutilah petunjuk Allah swt dalam al-Quran dengan 10 prinsip berikut :

1. Landasan harta-benda adalah Tauhid Mulkiyah, yaitu meyakini hanya ada satu Sang Pemilik, yaitu Allah al-Maalik yang memiliki seluruh isi jagat alam raya ini, termasuk harta benda, nyawa, dan tubuh kita. Allah berfirman, yang artinya :

“…..”Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” – sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua pasti kembali kepada-Nya” (QS al-Baqarah 2:156). “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi….” (QS al-Baqarah 2:284).

2. Sebagai konsekuensi prinsip 1, manusia harus sangat menyadari bahwa harta-benda merupakan amanah (titipan, barang pinjaman) dari Allah. Sesungguhnya manusia di dunia ini tidak memilikinya tetapi dia hanya dititipi atau dipinjami harta-benda oleh Allah, sehingga sifatnya hanya sangat sementara. Allah berfirman, yang artinya :

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS an-Nisaa’ 4:58). “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS al-Ahzaab 33:72).

3. Sebagai konsekuensi prinsip 1 dan 2. Cinta kepada harta-benda harus dalam rangka cinta kepada Allah, Sang Pemilik harta yang sesungguhnya. Allah berfirman, yang artinya :

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS at-Taubah 9:24).

4. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, dan 3, sumber harta-benda yang dicari harus merupakan sumber yang diijinkan Allah, yaitu sumber halaalan-thayyiban. Allah berfirman, yang artinya :

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS al-Baqarah 2:168). Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah” (QS al-Baqarah 2:172).

5. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, 3, dan 4, cara memperoleh harta-benda harus dengan cara yang diijinkan oleh Allah, yaitu cara halaalan-thayyiban. Allah berfirman, yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar………………dan janganlah kamu (para saksi) meny
embunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Baqarah 2:282-283).

6. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, 3, 4, dan 5, penggunaan atau pembelanjaan harta-benda harus dengan jalan dan tujuan yang diijinkan Allah, yaitu jalan-tujuan halaalan-thayyiban. Allah berfirman, yang artinya :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS al-Baqarah 2:261). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS an-Nisaa 4:29). “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” (QS al-Hujuraat 49:15).

Rangkaian ayat-ayat 261-274 surat al-Baqarah juga menjelaskan prinsip keenam ini.

7. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, 3, 4, 5, dan kelanjutan prinsip 6, sebagian harta-benda harus diberikan kepada orang-orang yang memang berhak menerimanya seperti keluarga dekat, fakir, miskin, yatim, gharim, dan sebagainya. Hal ini diatur khusus dalam peraturan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS). Allah berfirman, yang artinya :

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS al-Baqarah 2:177). “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS at-Taubah 9:60).

8. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7, manusia harus mempertanggung- jawabkan sumber, cara mencari, dan penggunaan harta-bendanya (lihat kembali prinsip 4,5,6,7). Allah berfirman, yang artinya :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki- Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (QS an-Nahl 16:93). “kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” – “tsumma latus-alunna yaumaidzin ‘anin-na’iim” (QS at-Takaatsuur 102:8).

9. Sebagai konsekuensi prinsip 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7, manusia juga harus mempertanggung- jawabkan harta-bendanya di dunia dan akhirat. Tanggung jawab di dunia diberikan kepada, misalnya, masyarakat, pemerintah, atasan, orang tua, dan sebagainya. Tanggung jawab di akhirat diberikan kepada Allah swt. Bea siswa yang diterima oleh para peserta program studi lanjut harus dipertanggung- jawabkan di dunia, misalnya kepada pemerintah, dalam bentuk harus selesai studi dengan baik, dan dipertanggung- jawabkan di akhirat kepada Allah swt. Allah berfirman, yang artinya :

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Taubah 9:105). “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” – “faman-ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah”. “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” – “faman-ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah” (QS al-Zalzalah 99:7-8).

10. Above all, last but not least, manusia dilarang berlaku berlebih-lebihan (rakus, serakah) dalam harta-bendanya. Prinsip kesepuluh ini sering dilupakan manusia. Apalagi dalam dunia materialisme- kapitalisme sekarang ini, prinsip terakhir ini semakin jelas dilanggar. Krisis ekonomi (keuangan) global saat ini, yang merupakan peringatan dari Allah sw
t, agar dipakai sebagai pelajaran supaya tidak melanggar prinsip kesepuluh dan sepuluh prinsip yang dikaji singkat dalam “PDF” seri ke-22 ini. Allah swt melarang rakus-serakah dalam surat at-Takaatsuur sampai tiga kali larangan (kallaa, kallaa, kallaa). Silahkan dikaji surat tersebut.

Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

Sheffield, 07541403936

http://www.muhstarv ision.blogspot. com

Nasihat untuk suami Istri

Nasehat untuk Suami Istri

| 0 comments ]

Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Siti Khadijah ra, tidaklah setaqwa Aisyah ra, pun tidak setabah Fatimah ra.

Justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita -cita menjadi solehah…

Istri menjadi tanah dan kamu langit penaungnya, istri ladang tanaman dan kamu pemagarnya,

istri bagaikan anak kecil dan kamu tempat bermanjanya.

Saat istri menjadi madu kamu teguk sepuasnya.

Saat istri menjadi racun kamulah penawar bisanya.

Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridho Allah SWT,

karna memiliki istri yang sehebat mana justru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina ALi Karramallahu wazhah,

cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh …

Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad SAW, Tidaklah setaqwa Ibrahim AS,

pun tidak setabah Ayyub AS, atau segagah Musa AS, apalagi setampan Yusuf AS.

Justru suamimu hanya suami akhir zaman yang punya cita -cita membangun keturunan yang soleh…

Suami menjadi pelindung kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kamu navigatornya.

Suami bagaikan Balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya.

Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgasananya.

Ketika suami menjadi bisa kamulah obat penawarnya.

Seandainya suami masinis yang lancang sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridho Allah SWT,

karna memiliki suami yang tak segagah mana justru kamu akan tersentak dari alpa,

kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga, pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,

cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah …

dari web…pengarang anonymous

Harapan dan Kenyataan Part II (Studio 1)

Sambungan dari Part I disini

Studio

“A small one room apartment with tiny kitchen no larger than a cupboard”

Inget banget kalimat ini saat mengajar di LIA untuk level Basic 2 saat pelajaran yang membahas jenis-jenis rumah. Sekarang harus mengalami hidup di dalam Studio. Di Indonesia studio identik dengan studio musik. Tapi disini adalah rumah/apartemen kecil dengan satu ruangan dengan dapur yang kecil pula tanpa sekat. Khas memang. Di Indonesia sekecil-kecilnya rumah harus ada sekatnya. Disini hanya satu ruangan. Dapur, kamar tidur, ruang tamu jadi satu…kamar mandinya kecil aja dengan shower. Pas untuk orang seimut gue.

Proses dapetnya ternyata lebih mudah daripada pencarian di hari pertama. Di hari kedua kita janjian sama property agent yang letaknya diseberang kampus. Nama Agent-nya Korin…dia menyarankan sebuah Studio yang sesuai dengan budget yang kita inginkan. Pertama-tama kita sangkain letaknya jauh, taunya Korin mengajak kita keluar dari kantornya dan ternyata letaknya diatas kantornya. Dan persis depan Kampus! Namanya jodoh, nggak kemana…biar kecil deket kampus, langsung kita iya-kan. Sabtu langsung boyongan!

…biar kecil…it’s home sweet home

jadi inget kata2 seorang penyiar di Jakarta…”semua akan indah pada waktunya” , tapi seminggu pertama di Studio..heboh banget…(bersambung)

Ini petanya…A adalah lokasi kita

Sebuah Kisah Bocah Misterius

Posted on September 23, 2008 – Filed Under Hikmah, Critone Simbah, Mutiara

Entahlah cerita ini benar atau tidak, saya baru saja mendapatkannya di sebuah milis, semoga bisa diambil makna positifnya terutama yang sedang berpuasa.

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.
Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa!

Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai
bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan
memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu
datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu.
Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar Luqman. “Bismillah.. . .” ucap Luqman
dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana
sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman.

Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman,
seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.
Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman. “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya,
mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya…?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian..!?”

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, juatru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan `Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya denga istilah menyambut Ramadhan dan `Idul Fithri?

Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini.

Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?
Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat..
Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?
Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.
Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan `tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak…”

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti
itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.

Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu
penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluardari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang !

Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah
misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki p
enghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan
tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

InsyaAllah Memberi Hikmah bagi yg membacanya

sumber: bulbo fs

dari milis…

Hujan di Luton…

Inggris setahu saya negeri Hujan, tetapi selama saya disini agak jarang juga hujan, lebih sering matahari cerah (tapi angin dingin) atau sekedar mendung doang. Kalaupun hujan paling seperti gerimis, butirannya kecil-kecil dan halus, tapi cukup banyak dan berlangsung lama…misalnya dari dari tengah malam sampai sore. Kalau di Jakarta hujan seperti itu,wah, alamat tenggelam, lah…sempet foto-foto, sedikit.. tapi kurang dramatis ah fotonya..heheh

Sempet bikin desktop wallpaper, dengan tema lagu”rain drops keep falling on my head” …
silahkan klik disini