dari pada nganggur di inbox (petuah dari om Mario Super)

Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.

Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.

Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.

Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.

Maka pertanyaannya kepada Anda,

Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?

Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?

Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.

Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.

Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.

Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.

Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.

Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.

Karena,
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?

Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.

Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.

Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?

Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.

Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.

============================================================
Semoga bisa gue amalkan lah…

dari blognya om mario disini

Advertisements

Perspektif Kristen dan Islam terhadap kematian

Jika seseorang telah memahami tujuan hidup dan orang itu dengan sungguh sungguh memenuhi tujuan itu, menyembah Allah dengan cara dan semangat yang benar, maka kematian dipandang sebagai akhir dari ujian kehidupan. Bukan akhir yang absolut tetapi permulaan dari berbagai hal yang merupakan akibat dari hidup yang pendek di dunia ini. Jika seseorang berusaha keras menjalani hidup yang selaras dengan firman Allah maka kematian merupakan pelepasan terhadap berbagai ujian dunia.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. QS 41:30

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Bergegas lah kalian dengan keranda/usungan mayat, karena jika yang meninggal orang baik, kemana kalian membawanya adalah baik baginya, dan jika dia tidak baik, maka kalian menghilangkan keburukan dari leher kalian”

Orang Islam percaya bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan mutlak dan jelas dan setiap orang akan dimintakan pertanggung jawabannya. Penting untuk mempersiapkan mati dalam hidup yang pendek ini. Mempersiapkan diri untuk mati merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi setiap orang. Persiapan ini dalam hal mematuhi perintah Allah dalam hidup yang pendek ini untuk mencapai kehidupan abadi berikutnya yang dijanjikan Allah – Surga. Atau Neraka bagi yang tidak percaya.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577]. Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya. Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku. QS 89:23-30

[1577] Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

Allah telah memberitahukan umat manusia bahwa Ia menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia yang paling baik amal perbuatannya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. QS 6:162

Allah adalah pencipta segala. Hidup dan mati ada ciptaan-Nya.

Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an

Dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan kami (pulalah) yang mewarisi. QS 15:23

Sikap Judeo Kristen terhadap kematian sangat berbeda. Dalam teologi Kristen kematian merupakan kejadian yang berkaitan erat dengan dosa dan kejahatan. Dalam literatur Inggris seringkali kematian digambarkan sebagai kerangka berjubah hitam dengan sabit yang dikenal sebagai grim reaper alias malaikat maut.

Terkaitnya kematian dengan dosa bisa ditarik langsung dari Injil. Menurut sejarah manusia berdasarkan Yahudi dan Kristen, Adam dan Hawa (Eve) dijanjikan kehidupan abadi Taman Surga. Setan membujuk Hawa dan menjanjikan hidup abadi jika Hawa memakan buah terlarang. Hawa memakan buahnya dan memberikan sebagian kepada Adam sehingga mereka melakukan dosa (original sin) (14).
Setan, Adam dan Hawa diberikan hukuman atas perbuatannya dan hukumannya yang paling berat adalah kematian.

Cerita di Injil adalah sebagai berikut; “Tuhan bertanya “Apakah engkau telah memakan dari pohon yang Aku larang engkau makan?”. Adam berkata “Wanita yang Engkau tempatkan bersamaku ini memberikan aku sedikit untuk dimakan jadi aku makan”. Lalu tuhan berkata pada sanga wanita “Apakah yang telah engkau lakukan?”. Wanita itu berkata “Ular itu memperdaya aku sehingga aku memakan buah itu.” Tuhan berfirman kepada ular itu “karena kamu telah melakukan hal tersebut, terkutuklah kamu atas semua binatang ternak dan binatang liar! Kamu akan merayap dengan perutmu dan makan debu setiap hari sepanjang hidupmu. Dan Aku akan menimpakan kebencian terhadap kamu dan wanita itu, dan antara anak-anakmu dan anak-anak wanita itu; anak-anak wanita itu akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan menyerang tumit mereka.” Kepada sang wanita Tuhan berfirman,”Kamu akan mengandung anak-anakmu dalam keadaan sakit yang amat sangat (15) dan penderitaan , dengan sakit kau akan melahirkan, walau begitu kau akan tetap menginginkan kasih sayang suamimu dan suamimu akan menguasaimu”. Lalu kepada Adam, Tuhan berkata “karena kau mendengarkan kata istrimu dan memakan buah itu padahal saya melarangnya, maka, terkutuklah tanah karena kamu; sepanjang hidup kau akan berjuang untuk mengambil penghidupan darinya. Tanah itu akan menumbuhkan duri dan onak untukmu dan kamu akan memakan rumputnya. Sepanjang hidupmu kau berusaha menguasainya sampai engkau meninggal. Lalu kau akan kembali kepada tanah darimana kau berasal”. Lalu tuhan berkata”karena manusia menjadi seperti kita, mengatahui baik dan buruk, bagaimana jika ia memakan buah dari pohon kehidupan dan hidup selamanya? Tuhan mengusir Adam selamanya dari Taman surga dan mengirimnya untuk mengolah tanah yang darimana ia berasal. Kemudian Tuhan mengusirnya dan menempatkan malaikat pada bagian Timur Taman Surga dengan pedang api untuk menjaga pintu masuk ke Pohon kehidupan. (Genesis/Buku Kejadian 3: 11-24).

Dalam Romans 5:12 & 15 hubungan antara dosa dan kematian dijelaskan sebagai berikut:
“Saat Adam berdosa, dosa merasuki seluruh umat manusia. Dosanya menyebar keseluruh dunia, sehingga semua menjadi tua dan mati, karena semua berdosa…Adam membawa kematian bagi banyak orang melalui dosanya”. Dalam Romans/Roma 6:23, dikatakan , “harga dari dosa adalah kematian”. Dalam bagian lain Injil, 1 Corinthians/Korintus 15:21 “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,, Adam…Semua mati karena kita semua terkait dengan Adam, menjadi anggota dari ras pendosanya, dan dimana ada dosa, kematianlah hasilnya.”

Islam mengajarkan bahwa kematian, seperti hidup, adalah pemberian Tuhan, tidak perlu dikutuk atau diremehkan tetapi harus dipandang sebagai kejadian yang menentukan dimana ujian kehidupan berakhir.

(14 )Original Sin dalam teologi Kristen adalah kecenderungan terhadap kejahatan, diwariskan manusia sebagai akibat ketidakpatuhan Adam dan Hawa. Setiap anak yang baru lahir dianggap mewarisi dosa dari Adam dan Hawa. (dosa original Sin)
(15) Dalam agama Kristen, kesulitan yang dihadapi wanita yang mengandung merupakan akibat dari dosa Hawa dan dianggap sebagai hukuman Tuhan. Tidak begitu halnya dalam Islam, penghormatan besar diberikan terhadap keseluruhan proses kelahiran, peristiwa kelahiran merupakan sebagian dari tanda-tanda keberadaan Tuhan dan sakit yang terjadi diakui dan dihargai:
Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1] Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. QS 31:14

Dikutip dari buku “Death” karangan Dr. Asra Rasheed. Dr. Asra Rasheed dilahirkan dan dibesarkan di Inggris. Ia menjadi ahli bedah gigi di Royal London Hospital pada tahun 1995.

Diterbitkan oleh Al-Hidayaah Publishing & Distribution – Birmingham, United Kingdom.

tukang ikan di pasar


Di Luton Arndale market cuman ada satu toko Ikan. Penjaga tokonya tampaknya satu keluarga Bapak, Ibu, Nenek dan puteranya. Ikan agak mahal di Luton mungkin karena jauh dari pantai. Kita sering beli ikan mackarel (hmmm…enak kalo digoreng). Puteranya itu menurut gue bikin gue inget si Shia Lebouf…gak mirip plek sih tapi muka-mukanya sih mirip..hehehe jadi inget adegan Sam Witwicky dikejar oleh Megatron …

Suka diledekin Ita (yang susah nyebutin nama Shia Lebouf)..”tuh bang…siapa namanya kaporit abang..”

Halah…

When Darkness Falls


Dari Milis… daripada nganggur di inbox…Illustrasi oleh Ipot [http://siipot.multiply.com]
=================

Masih Ada Jalan Keluar
Oleh : Ilham Fatahillah

Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu. Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.

Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Allah berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”

Rasulullah bersabda, “Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu. “

Ibnul Jauzi pernah berkata, “aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah”.

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.

Saudaraku… . Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan segala kegelisahan pun akan segera sirna. Wallahu a’lam.
———————————————————————————————————————————–
Assalamu’alaikum wr wb

Kisah berikut mengingatkan daku kepada kisah Nabi Yunus, dalam makna kinayah sebagai berikut:
a. Beliau meninggalkan umat dalam keadaan marah.
b. Kemudian beliau menumpang bahtera yang penuh. Bahtera adalah symbol bahtera kehidupan yang senantiasa penuh masalah.
c. Di atas bahtera, badai / angin kencang menghadang / mengguncang bahtera tersebut. Maknanya: dalam bahtera kehidupan, senantiasa ada masalah.
d. Ketika diundi, dan nabi Yunus harus menceburkan diri ke laut.
e. Di dalam laut, nabi Yunus dimakan ikan Nun.

Dalam hal ini, Nabi Yunus berada didalam sekian lapis kegelapan.

Kegelapan lapis pertama
: Meningalkan kaumnya dalam keadaan marah. Karna marah, nur / cahaya Allah kurang bisa masuk ke dalam hatinya, alias ber putus asa kepada rahmat Allah SWT.

Kegelapan lapis kedua
: Naik bahtera yang udah penuh. Bahtera adalah ibarat kehidupan ini, yang udah penuh dgn masalah. Masalah semakin bertumpuk dengan adanya angin kencang yang menerpa bahtera tsb.


Kegelapan lapis ketiga
: Nabi Yunus terjun ke laut. Bukankah di dalam laut itu lebih gelap dibandingkan dengan di permukaan air. Kira-kira ini adalah kegelapan lapis ketiga, yang sedang dihadapi nabi Yunus pada saat itu.

Kegelapan lapis keempat
: di dalam air, beliau dimakan ikan nun. Di dalam perut ikan nun, tentunya lebih gelap dibandingkan di luar perut ikan.

Dalam makna kinayah: nabi Yunus berada di dalam gelap, di dalam gelap, di dalam gelap… pokoknya, gelap yang berlapis-lapis dan bertumpuk-tumpuk.

seberapa pun dalam kita berada didalam kegelapan, tidak mustahil Nur Illahi menembus kegelapan; asalkan kita mau bermuhasabah dan memperbaiki diri.

Di dalam perut ikan nun, sosok Nabi Yunus menemukan kesadaran dan Nur Illahi. Sehingga beliau berdoa,
Laa ilaaha illa ANTA, Subhanaka inni kuntu minad dzolimin. Seperti termaktub dalam QS 21: 87


Dan Dzun Nun , ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya , maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
QS:21: 87

Cara berdoa nabi Yunus cukup berbeda…

dalam kisah 3 pemuda didalam goa, mereka berdoa dengan menyebutkan perbuatan kebaikan-kebaikan yang pernah diperbuat.

Dalam kisah nabi Yunus, beliau berdoa dengan mengakui diri bahwa hamba ini orang yang berdosa, khilaf, sering emosi, pemarah, kalut dan sebagainya. Dan akhirnya berkesimpulan bahwa diri ini termasuk orang-orang dzalim. Dengan mengakui kesalahan dan kekurangan diri (alias dengan cara membentangkan segala kebusukan diri sendiri kepada Allah SWT), nabi Yunus berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

wallahu’alam
wassalam
Nursalima2002@…

Wish we could be there …

Adel...orang yang paling rajin nelponin Ita ke Inggris, ..ngirimin kado buat kita. Her attention is amazing. She loves Khansa and adores Ita .. 😀

…malam itu dia menelepon, suaranya berat tidak ceria seperti biasanya,

“Mbaak, Ibuku sudah tidak ada…”

Sepertinya baru kemaren kita ngelayat saat ayahnya meninggal (Khansa masih di dalam kandungan sekitar 5 atau 6 bulan).

Jarak itu terasa menyakitkan…wish we could be there dear sister…to hold you and ease your pain..

Semoga amal ibadah ibunda diterima-Nya, dosanya diampuni dan kuburnya dilapangkan…

Khansa dan Laptop


Mungkin ini “musuh” paling besar Khansa sehubungan dengan perhatian kedua orang tuanya…hheehhuhee…kalao ortunya sudah depan laptop mau nggak mau dia protes. Kalau pun dipangku dia akan menguji laptop tersebut dengan ketikan maut…dan tombol favoritnya adalah tombol on dan off… toh dia tahu kalau video kesayangannya juga distel di komputer dan itu bikin dia agak anteng untuk nggak mencet-mencet …tapi hanya bertahan 10 detik…selebihnya dia harus diamankan dengan duduk agak jauh.. biar khusuk nontonnya…alias gak gebrak2 laptop

ini juga postingnya sambil rebutan komputer dengan Khansa..