Perspektif Kristen dan Islam terhadap kematian

Jika seseorang telah memahami tujuan hidup dan orang itu dengan sungguh sungguh memenuhi tujuan itu, menyembah Allah dengan cara dan semangat yang benar, maka kematian dipandang sebagai akhir dari ujian kehidupan. Bukan akhir yang absolut tetapi permulaan dari berbagai hal yang merupakan akibat dari hidup yang pendek di dunia ini. Jika seseorang berusaha keras menjalani hidup yang selaras dengan firman Allah maka kematian merupakan pelepasan terhadap berbagai ujian dunia.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. QS 41:30

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Bergegas lah kalian dengan keranda/usungan mayat, karena jika yang meninggal orang baik, kemana kalian membawanya adalah baik baginya, dan jika dia tidak baik, maka kalian menghilangkan keburukan dari leher kalian”

Orang Islam percaya bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan mutlak dan jelas dan setiap orang akan dimintakan pertanggung jawabannya. Penting untuk mempersiapkan mati dalam hidup yang pendek ini. Mempersiapkan diri untuk mati merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi setiap orang. Persiapan ini dalam hal mematuhi perintah Allah dalam hidup yang pendek ini untuk mencapai kehidupan abadi berikutnya yang dijanjikan Allah – Surga. Atau Neraka bagi yang tidak percaya.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577]. Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya. Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku. QS 89:23-30

[1577] Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

Allah telah memberitahukan umat manusia bahwa Ia menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia yang paling baik amal perbuatannya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. QS 6:162

Allah adalah pencipta segala. Hidup dan mati ada ciptaan-Nya.

Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an

Dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan kami (pulalah) yang mewarisi. QS 15:23

Sikap Judeo Kristen terhadap kematian sangat berbeda. Dalam teologi Kristen kematian merupakan kejadian yang berkaitan erat dengan dosa dan kejahatan. Dalam literatur Inggris seringkali kematian digambarkan sebagai kerangka berjubah hitam dengan sabit yang dikenal sebagai grim reaper alias malaikat maut.

Terkaitnya kematian dengan dosa bisa ditarik langsung dari Injil. Menurut sejarah manusia berdasarkan Yahudi dan Kristen, Adam dan Hawa (Eve) dijanjikan kehidupan abadi Taman Surga. Setan membujuk Hawa dan menjanjikan hidup abadi jika Hawa memakan buah terlarang. Hawa memakan buahnya dan memberikan sebagian kepada Adam sehingga mereka melakukan dosa (original sin) (14).
Setan, Adam dan Hawa diberikan hukuman atas perbuatannya dan hukumannya yang paling berat adalah kematian.

Cerita di Injil adalah sebagai berikut; “Tuhan bertanya “Apakah engkau telah memakan dari pohon yang Aku larang engkau makan?”. Adam berkata “Wanita yang Engkau tempatkan bersamaku ini memberikan aku sedikit untuk dimakan jadi aku makan”. Lalu tuhan berkata pada sanga wanita “Apakah yang telah engkau lakukan?”. Wanita itu berkata “Ular itu memperdaya aku sehingga aku memakan buah itu.” Tuhan berfirman kepada ular itu “karena kamu telah melakukan hal tersebut, terkutuklah kamu atas semua binatang ternak dan binatang liar! Kamu akan merayap dengan perutmu dan makan debu setiap hari sepanjang hidupmu. Dan Aku akan menimpakan kebencian terhadap kamu dan wanita itu, dan antara anak-anakmu dan anak-anak wanita itu; anak-anak wanita itu akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan menyerang tumit mereka.” Kepada sang wanita Tuhan berfirman,”Kamu akan mengandung anak-anakmu dalam keadaan sakit yang amat sangat (15) dan penderitaan , dengan sakit kau akan melahirkan, walau begitu kau akan tetap menginginkan kasih sayang suamimu dan suamimu akan menguasaimu”. Lalu kepada Adam, Tuhan berkata “karena kau mendengarkan kata istrimu dan memakan buah itu padahal saya melarangnya, maka, terkutuklah tanah karena kamu; sepanjang hidup kau akan berjuang untuk mengambil penghidupan darinya. Tanah itu akan menumbuhkan duri dan onak untukmu dan kamu akan memakan rumputnya. Sepanjang hidupmu kau berusaha menguasainya sampai engkau meninggal. Lalu kau akan kembali kepada tanah darimana kau berasal”. Lalu tuhan berkata”karena manusia menjadi seperti kita, mengatahui baik dan buruk, bagaimana jika ia memakan buah dari pohon kehidupan dan hidup selamanya? Tuhan mengusir Adam selamanya dari Taman surga dan mengirimnya untuk mengolah tanah yang darimana ia berasal. Kemudian Tuhan mengusirnya dan menempatkan malaikat pada bagian Timur Taman Surga dengan pedang api untuk menjaga pintu masuk ke Pohon kehidupan. (Genesis/Buku Kejadian 3: 11-24).

Dalam Romans 5:12 & 15 hubungan antara dosa dan kematian dijelaskan sebagai berikut:
“Saat Adam berdosa, dosa merasuki seluruh umat manusia. Dosanya menyebar keseluruh dunia, sehingga semua menjadi tua dan mati, karena semua berdosa…Adam membawa kematian bagi banyak orang melalui dosanya”. Dalam Romans/Roma 6:23, dikatakan , “harga dari dosa adalah kematian”. Dalam bagian lain Injil, 1 Corinthians/Korintus 15:21 “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,, Adam…Semua mati karena kita semua terkait dengan Adam, menjadi anggota dari ras pendosanya, dan dimana ada dosa, kematianlah hasilnya.”

Islam mengajarkan bahwa kematian, seperti hidup, adalah pemberian Tuhan, tidak perlu dikutuk atau diremehkan tetapi harus dipandang sebagai kejadian yang menentukan dimana ujian kehidupan berakhir.

(14 )Original Sin dalam teologi Kristen adalah kecenderungan terhadap kejahatan, diwariskan manusia sebagai akibat ketidakpatuhan Adam dan Hawa. Setiap anak yang baru lahir dianggap mewarisi dosa dari Adam dan Hawa. (dosa original Sin)
(15) Dalam agama Kristen, kesulitan yang dihadapi wanita yang mengandung merupakan akibat dari dosa Hawa dan dianggap sebagai hukuman Tuhan. Tidak begitu halnya dalam Islam, penghormatan besar diberikan terhadap keseluruhan proses kelahiran, peristiwa kelahiran merupakan sebagian dari tanda-tanda keberadaan Tuhan dan sakit yang terjadi diakui dan dihargai:
Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1] Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. QS 31:14

Dikutip dari buku “Death” karangan Dr. Asra Rasheed. Dr. Asra Rasheed dilahirkan dan dibesarkan di Inggris. Ia menjadi ahli bedah gigi di Royal London Hospital pada tahun 1995.

Diterbitkan oleh Al-Hidayaah Publishing & Distribution – Birmingham, United Kingdom.

Advertisements

8 thoughts on “Perspektif Kristen dan Islam terhadap kematian

  1. nawhi said: Jadi kesimpulannya: Islam selalu memandang sesuatu dari segi positifnya.

    Kalau secara subyektif tentu sangatlah mungkin masing-masing agama saling meng-klaim “kami benar anda salah”, tapi kalau terlepas dari label positif / negatif, maka yang jadi masalah mendasar disini sebenarnya adalah perbedaan DOGMA. Bukan agama mana yang memiliki pola pandang selalu positif / negatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s