15 thoughts on “hiburan pemilu

  1. hahaha… kurang kerjaan itu orang, tapi bener kayaknya sih mas pemilu sekarang paling riweuh….. teguh GOLPUT.. hoho*diedit, biar gak salah ngartiin* hehe

  2. andywirawan said: paling tololnya kenapa ya,

    dugaan saya sih karena sistem pemilu (milih partai plus caleg langsung) yang membuat kertas suara makin lebar itu yang bikin si pembuat tulisan sebal.memang sistemnya agak “aneh” dan dalam sudut pandang tertentu bisa juga dikatakan “tolol”, karena kalau ditinjau dari sistem pemilihan umum yang dikenal lazim di dunia, yang digunakan di indonesia ini campuran antara sistem proporsional (indonesia menganut sistem proporsional terbatas) dan sistem distrik.sistem campuran yang diterapkan di pemilu 2009 ini membuat kesulitan penyelenggaraan pemilu jadi naik ratusan kali lipat.Kalau jaman dulu kertas suara seluruh indonesia akan sama (satu model), sekarang beda kotamadya saja, kertas suaranya beda. beda provinsi kertas suara akan beda juga. perbedaan yang membuat kesulitan di lapangan mulai dari pencetakannya, distribusi kertas suara untuk wilayah yang tepat, dsb jadi sangat sulit. sementara kita tahu Indonesia untuk bikin pemilu yang lebih sederhana saja masih belum bisa “sempurna”, apalagi yang kayak gini.Begitu banyak orang yang “dihilangkan secara paksa” hak pilihnya juga membuat nilai pemilu ini jadi sangat cacat, karena hak Warga Negara untuk memilih dikalahkan oleh persoalan administratif *mengutip Eep Saepuloh semalem di RCTI* Tapi ini nggak aneh karena kerja KPU dalam pemilu ini jadi sangat ribet gara-gara sistem pemilu campuran ini.Kalau paham sistem teknis dan mekanisme penyelenggaraan pemilihan umum, mungkin pemilu 2009 di Indonesia ini memang bisa dikatakans eperti ditulis di kertas suara itu. πŸ™‚

  3. dbaonkagain said: Begitu banyak orang yang “dihilangkan secara paksa” hak pilihnya juga membuat nilai pemilu ini jadi sangat cacat, karena hak Warga Negara untuk memilih dikalahkan oleh persoalan administratif *mengutip Eep Saepuloh semalem di RCTI* Tapi ini nggak aneh karena kerja KPU dalam pemilu ini jadi sangat ribet gara-gara sistem pemilu campuran ini.

    udah tau sistem super duper ribet kok ya masih di paksain?? *geleng-geleng* seperti kata pepatah PNS (yg tidak tercatat) “kalau bisa dibikin susah, kenapa harus dibikin gampang?” XD XD XD

  4. dyochan said: udah tau sistem super duper ribet kok ya masih di paksain?

    mungkin yang bikin aturan nggak ngerti gimana implikasi (ribet) sistem yang dibuatnya.LIPI jaman soeharto dulu dikasih tugas untuk bikin study sistem pemilu. Mereka sudah bikin, memang idenya sistem pemilu akan diarahkan ke sistem distrik, karena milih orang itu dianggap lebih demokratis. Tapi LIPI bikin dalam tahapan-tahapan, bukan langsung *jleg* sistem diubah seenaknya.Perubahan dalam bentuk bertahap, akan lebih memberi ruang pendidikan politik bagi masyarakat (agar bisa menerima perubahan dan terbiasa dengan sistem yang baru), sekaligus juga memberi kemudahan bagi penyelenggara pemilu untuk belajar mempersiapkan pola dan sistem kerja penyelenggaraan pemilu berdasarkan sistem yang baru.Geblegnya, studi LIPI yang dudah diuji di masyarakat (mereka melakukan penelitian dan pengujian secara ilmiah di masyarakat), malah gak dipake. Lalu DPR membuat RUU Pemilu dengan mencaplok saja ide-ide politik seperti “sistem distrik”, “proporsional”, “pembagian kursi”, “dapil” dan membuat perubahan tanpa didasari studi kelayakan terhadap perubahan sistem yang mereka buat dalam UU Pemilu yang baru.Penyakit ini yang parah. Bikin Undang-undang tanpa dasar pemikiran yang bener (ilmiah – studi kelayakan – dsb).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.