[Giveaway] Di Balik Layar Antologi ”Backpacker Wannabe”

Ayo, ayo ada give away nih…bagi yang seneng baca buku, atau senang jalan-jalan, atau bermimpi mau jalan-jalan backpacking! gratis lhoooooo , baca aja lengkapnya!

Omnduut

“Belakangan ini, istilah backpacker mendadak booming. Backpacker identik dengan perjalanan murah. Tak jarang banyak yang salah kaprah dalam mengartikan perjalanan ala ransel ini. Semakin murah, semakin irit, semakin menyiksa diri, maka akan semakin layak menyandang gelar backpacker.

Bukan seperti itu…

Backpacker adalah smart traveler. Smart dalam menentukan tujuan, smart dalam memilih tempat menginap dan smart dalam mengatur keuangan selama perjalanan.”

Itulah secuil gambaran mengenai antologi perjalanan Backpacker Wannabe yang terlihat di kaver belakang antologi non fiksi ini. Wah nggak nyangka, proyek antologi yang sudah dimulai sejak setahun yang lalu itu kini sudah berwujud sebuah buku. Dan, yang mengharukan lagi, namaku tercantum sebagai salah satu kontributornya. –mendadakterharu. Tadaaa, ini diaaaa : Backpacker Wannabe.

backpacker wannabe Tahu dong siapa sosok gendut yang ada di kanan kaver itu :p

Terus terang, ketika pertama kali mengetahui ada proyek antologi Backpacker Wannabe ini aku mendadak galau. Di satu sisi aku tertarik banget buat ikutan. Namun di sisi…

View original post 750 more words

hati hati bisa bisa bias..

halaman guna guna

001221Abis baca suatu bab dalam sebuah buku, gw jadi teringat lagi komen seorang blogger di sebuah postingan gw di multiply dulu: “hidup dalam perbedaan itu sulit bro..”

Sekarang gw makin paham kalo hidup dalam perbedaan itu sebuah hal yang sangat lumrah dan sangat wajar, kalo nggak mau dibilang bisa jadi sebuah kepastian.. Sepertinya malah nggak mungkin seseorang bisa hidup dalam sebuah “society” tanpa menghadapi perbedaan.. Perbedaan di sini maksudnya perbedaan mental, emosional dan kogintif / pemikiran.. Kalo fisik sih, udah jelas memang pada berbeda..

Hasil2 studi atau riset kajian ilmiah pun ternyata sangat bergantung pada cara seseorang menafsirkan bukti2 yang ada.. Nah, bicara soal penafsiran, maka tidak bisa lepas dari persepsi, dan bicara soal persepsi berarti bicara gimana seseorang membangun “realitas”nya sendiri, atau keyakinan seseorang atas apa yang ada disekitarnya..

Sejak 50 tahun lalu para peneliti, ilmuwan, psikolog dan sosiolog penasaran dengan proses berpikir manusia dalam membentuk keyakinan seseorang…

View original post 572 more words

[Komik]Sabi dan Ramzul – Mati di India

Komik lama yang konsepnya dikerjain bareng dengan Haris Nurfadhillah, (tentunya dengan ilustrasi dari beliau ini #sayamahapa), belakangan ada niat dari beliau untuk melanjutkan, mohon doa teman2 agara beliau ini diberi kesehatan, kemauan dan ide yang mengalir terus untuk meneruskan Sabi dan Ramzul. Berikut  Komik strip dengan sub judul Mati di India juga dapat disimak di FB page Sabi & Ramzul

Continue reading “[Komik]Sabi dan Ramzul – Mati di India”